Serba serbi persiapan nyantri

Pondok Pesantren di Rembang, Jawa Tengah © Gholib Marsudi | Dreamstime.com

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang ditandai dengan aktivitas belajar agama Islam para santri dengan para Kiai dan Guru. Santri bukanlah berasal dari Bahasa Arab, tetapi saduran dari tradisi Hindu yaitu ‘Shastri’ yang berarti mempelajari kitab suci di ‘pe-shastri-an’ atau pesantren.

Dalam Arab Melayu, kata santri disimbolkan dengan huruf Sin, Nun, Ta, Ra dan Ya. Hal ini juga memiliki makna tersirat. Sebagaimana dilansir pada sebuah situs web darunun.com, huruf Sin dimaknai dengan kalimat ‘Salik ilal-Akhirah’ (menempuh jalan spiritual menuju akhirat). Huruf Nun dimaknai dengan kalimat Arab ‘Na’ib ‘anil masyayikh’ (penerus para guru).

Huruf Ta maksudnya adalah ‘Tarik ‘anil Ma’ashi’ (meninggalkan maksiat). Huruf Ra bermakna ‘Raghib ilal Khayr’ (selalu menghasrati kebaikan), dan huruf Ya bermakna ‘Yarjus-Salamah’ (optimis terhadap keselamatan). Dari lima filosofi tersebut tentunya menjadi seorang santri adalah hal mulia, belajar untuk menjadi pribadi yang baik.

Oleh karena itu, ketika memutuskan menjadi seorang santri, ada hal-hal yang perlu disiapkan. Pengalaman penulispun ketika awal masuk pesantren banyak serba serbi yang perlu disiapkan agar mulai beradaptasi dengan lingkungan baru yakni menjadi seorang santri.

Berikut beberapa hal yang perlu disiapkan ketika menjadi Santri:

Mental

Satu hal yang harus disiapkan ketika kamu memutuskan untuk menjadi santri adalah menyiapkan mental. Mental mandiri untuk melakukan segala sesuatu sendiri, meninggalkan segala kemudahan dirumah dan memulai belajar dengan baik. Seringkali terjadi masuk pesantren karena paksaan orang tua sehingga anak tidak menyiapkan mentalnya untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya maka yang terjadi program menjadi santri tidak berhasil bahkan ada pemberontakam dari anak untuk pindah sekolah. Penting sekali menyiapkan mental, bahwa menjadi santri semata-mata untuk mencari ilmu karena Allah SWT, nanti apapun ujianya selama di pesantren insya Allah kita akan kuat.

Restu orang tua

Restu orang tua menjadi bagian keberhasilan seorang anak, bahkan untuk melangkah menuntut ilmupun diperlukan izin orang tua sehingga ketika menemui kesulitan kita bisa menjadi lebih tegar. Oleh karena itu, orang tua juga harus menyiapkan mental untuk memberikan izin kepada anak. Kadang kala, hati seorang ibu tidak tega berpisah dengan buah hati, alhasil anak menjadi tidak mandiri dan kurang betah. Maka orang tua perlu menyiapkan mental bahwa keputusan menyekolahkan anak ke pesantren untuk kebaikan dia kelak.

Alat tulis

Peralatan tulis mesti kita siapkan dari rumah, minimal buku tulis 3 pak, pena 1 kotak, pensil dan lain-lain secukupnya. Pengalaman penulis diawal mau nyantri buku yang kita siapkan memang akan banyak karena di pesantren gabungan mata pelajaran umum dan agama. Jadi, siapkan dari sekarang agar tidak merepotkan orang tua untuk datang berkali-kali. Belum lagi jika ada aturan belum boleh di kunjungi 40 hari pertama mulai mondok.

Al-Quran dan perlengkapan salat

Ini yang sangat penting, jangan sampai kita menyiapkan yang lain tetapi al-Quran dan yang lain dilupakan. Pesantren mengajarkan untuk menjadikan al-Quran sebagai teman yang akan dibawa ketika belajar. Juga peralatan sholat yang harus disediakan, khusus santri putra minimal punya sarung tiga dan jubah untuk salinan selama satu minggu. Khusus santri putri juga menyiapkan minimal dua mukenah sehingga bisa diganti. Gunakanlah mukenah polos dan tidak transparan.

Perlengkapan mandi

Ada lagi hal yang seperti ringan tetapi penting, peralatan mandi yang mesti disiapkan santri. Memang di pesantren ada mini market hanya saja belum selengkap di toko besar. Maka perlu kita siapkan mulai dari sikat gigi, sabun, shampo dan handuk juga hal hal kecil lainnya. Belajar mandiri dengan membuat daftar barang serba serbi menjadi santri tentu akan menjadi kenangan ketika sudah lulus.

Perlengkapan makan

Ada sebagian pesantren yang sudah menyiapkan perakatan makan untuk santri baru. Namun, ada juga pesantren yang masih sederhana dan meminta para santri untuk menyiapkan sendiri perakatan tersebut. Maka perlu kita siapkan sendiri, piring, sendok, tempat air minum, termos air hangat barangkali mau minum susu tengah malam. Peralatan makan juga berguna ketika ada orang tuamu berkunjung dan membawa makanan instan.

Seragam sekolah

Tidak kalah penting seragam sekolah yang tidak dissdiakan dari sekolah seperti tas, sepatu, kaos kaki dan baju salinan. Mengingat jarak asrama dan kelas tidak jauh, para santri terbiasa dengan membawa buku ke sekolah tanpa tas. Apalagi santri putri, bagi mereka lebih terlihat praktis jika membawa buku khusus mata pelajaran hari tersebut dengan memangku buku-buku dengan tangan, jadi siapakan saja tas seperlunya.

Stok makanan ringan

Di pesantren memang ada kantin, tetapi mesti disiapkan stok makanan ringan agar tidak kelaparan. Makan bisa berubah kemasan yang tidak mudah basi seperti roti, snack, cemilan lain. Ini menjadi tradisi santri, ketika dari liburan mereka akan membawa makanan untuk stok di asrama, banyak lagi yang membawa lauk kering seperti sambal tempe, ikan goreng dan lain-lain yang tentunya bisa dibagi untuk teman sekamar.

Pakaian sehari-hari

Memutuskan menjadi santri berarti harus mulai akrab dengan pakaian Muslim dan Muslimah. Memulai hijrah menjadi lebih baik, mulai dari memperhatikan pakaian. Santri putri hendaknya menyiapkan gamis-gamis dan pakaian tidak transparan. Meninggalkan kaos ketat dan tipis, dan membawa pakaian longgar juga jilbab yang tidak transparan. Begitupun dengan santri putra tidak membawa pakaian jeans dan kaos yang berwarna mencolok atau bergambar tidak sopan.

Sebaliknya, perbanyaklah membawa pakaian jubah dan kemeja, santri lebih terkenal dengan style yang rapi meski bersarung tetapi tetap dipadu dengan jas yang keren. Adapun pakaian sehari-hari bawalah kaos untuk keperluan olahraga karena satu minggu sekali mereka akan mengadakan olahraga. Nah, untuk sandal tidak perlu bawa yang mahal cukup jenis sandal Swallow untuk keperluan ke asrama atau ke kamar mandi tapi tetap diberi nama supaya tidak tertukar.

Perlengkapan tidur

Satu hal yang jangan dilupakan adalah perlengkapan tidur, di pesantren sudah menyiapkan ranjang, kasur dan lemari tetapi untk sprei kasur dan selimut mauoun bantal kita bawa sendiri. Seringkali santri putri menambah perlengkapan seperti boneka untuk temen tidurnya namun tidak dianjurkan untuk santri putra.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, banyak sekali hal-hal yang harus kita persiapkan sebelum menjadi seorang santri. Semoga bermanfaat dan menjadi santri yang berhasil untuk mendakwahkan agama Islam di masa depan, Aamin.