Setetes darah untuk umat

Kesehatan Kkartika Sustry
Opini oleh Kkartika Sustry
Setetes darah untuk umat
Setetes darah untuk umat © Dreamstime

Begitu berarti darah bagi seseorang, bahkan sehari kita hanya mendapatkan beberapa tetes darah dari asupan yang kita makan. Namun ketika seseorang mengalami kecelakaan  dia akan banyak kehilangan darah.

Maka dari itu penting sekali untuk menjaga kesehatan agar tetap stabil dan menjaga darah.

Setetes darah untuk umat

Lalu, jika kita kehilangan banyak darah ke mana kita akan mencari? Dalam saat mendesakpun kita membutuhkan orang lain untuk menolong kita. Maka menjadi seorang pendonor darah sangatlah mulia.

Donor darah juga realisasi dari sedekah, sedekah tidak hanya tentang harta, uang dan perilaku tetapi juga darah. Tidak sembarang orang bisa mendonorkan darah. Tentu hal ini karena menyangkut nyawa seseorang.

Oleh karena itu, penting sekali untuk dilakukan dengan teliti. Secara kesehatan, tim medis akan memberikan syarat yang detail mulai dari tubuh yang stabil, ideal, sehat, bukan dari golongan anak-anak dan tidak sedang hamil bagi seorang ibu.

Meski terdengar mengerikan ketika kita memberikan darah kita kepada orang lain, tetapi hal itu sangat mulia. Sebagai pendonor kita juga sangat beruntung karena diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berbagi darah kepada yang membutuhkan.

Di Indonesia, ada tempat khusus untuk mendonorkan darah tidak harus ke rumah sakit tetapi ke bank darah, yaitu Palang Merah Indonesia (PMI). Menurut sejarahnya, pembentukan Palang Merah Indonesia ini sejak 17 September 1945 dengan organisasi kepedulian sosial demi menolong korban yang terdesak dan membutuhkan banyak darah.

Sehingga disebut juga Hari PMI setiap tanggal 17 september dengan harapan menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama. Dalam Islam, tidak ada dalil mengenai anjuran untuk donor darah.

Mendonor darah beri manfaat kesehatan diri dan orang lain

Namun, dalil berikut ini sering digunakan sebagai hujah untuk mendonorkan darah. Menurut al-Quran dalam surah al-Baqarah, ayat 173:

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) menggunakan (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.”

Ditinjau dari ayat tersebut, darah termasuk kategori yang diharamkan untuk dimakan. Namun, melihat pada akhir ayat tersebut ketika dihadapkan pada situasi yang darurat maka boleh saja.

Ketika seseorang sedang terdesak dan membutuhkan darah, maka perlu untuk dibantu dengan donor darah. Namun, hal yang tidak baik dilakukan adalah meminta imbalan untuk darah yang kita donasikan. Dengan kata lain, menjual darah agar mendapat ganti rugi dari darah yang diberikan, hal ini yang dilarang oleh agama.

Pendonor darah selain memberikan manfaat untuk orang lain, juga memberikan manfaat untuk kesehatan diri sendiri. Jadi, jika kita diberi kesempatan untuk mendonorkan darah kita baik untuk keluarga maupun orang lain maka ambilah kesempatan tersebut.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.