Siapa orang yang pailit atau bangkrut di Akhirat?

Kesejahteraan Mental 02 Feb 2021 Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Siapa orang yang pailit atau bangkrut di Akhirat?
Siapa orang yang pailit atau bangkrut di Akhirat? © Anton Skavronskiy | Dreamstime.com

Kunci sukses dan beruntung dalam kehidupan dunia adalah adanya keimanan dana melakukan amal-amal kebaikan atau kesalehan sepanjang hidupnya.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

(Quran surah al-‘Ashr, ayat 1-3)

Menjaga diri dari perbuatan kezaliman

Selain bisa menjaga dirinya dengan ketaatan kepada Allah Taala, kita harus bisa menjaga dirinya dari perbuatan yang mengandung kezaliman. Seperti mencaci, menghina, menuduh tanpa bukti, memakan harta orang kain, menghilangkan nyawa dan atau menganiaya orang lain.

Meskipun kita banyak ibadah salat, puasa dan zakat, akan tetapi selama di dunia kita juga banyak melakukan kezaliman terhadap orang lain, maka kita akan mempertanggungjawabkan kembali di hadapan Allah SWT pada hari Qiamat.

Itulah yang dimaksud orang yang ‘Pailit’ atau ‘Bangkrut’ di Akhirat. Coba kita perhatikan pertanyaan atau dialog Rasulullah SAW di hadis ini:

“dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?”

 

Para sahabat menjawab; ‘Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.’

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan salat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain.

 

Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.”

(Hadis riwayat Imam Muslim)

Siapa ‘Orang yang bangkrut atau pailit’ di Akhirat

Coba kita pertanyaan Rasullah SAW dan jawaba para sahabatnya? Seketika para sahabat menjawab dengan pemahaman ‘Bangkrut atau Pailit’ yang kaitan dengan harta di Dunia. Yaitu orang yang tidak memiliki dirham dan harta kekayaan. Orang yang banyak hutang yang menghabiskan kekayaannya dan akhirnya tidak memiliki apa-apa.

Ternyata yang diinginkan Rasulullah SAW adalah makna atau pemahaman ‘Orang yang bangkrut atau pailit’ nanti di Akhirat. Meskipun orang itu saat di dunia selalu salat, puasa dan berzakat. Hanya saja ia juga melakukan banyak kezaliman terhadap orang lain.

Di sini, kita tidak bisa mengandalkan tiga ibadah di atas saja, di waktu yang sama kita melakukan banyak perbuatan yang merugikan harga diri, harta, jiwa dan fisik orang lain.

Akhirnya kita menjadi orang yang bangkrut di Akhirat, karena semua kebaikan habis sebelum selesai mahkamah amal perbuatan dan semua dosa orang lain dibebankan di pundak kita.

Oleh karena itu, kita sebagai muslim harus selalu waspada dan hati-hati terhdapa perbuatan yang merugikan orang lain. Senantiasa sadar akan pengawasan Allah SWT lewat para Malaikat-Nya.

“(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

(Quran surah Qaaf, ayat 17-18)