Siapa Qutaybah bin Muslim?

Sejarah Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Siapa Qutaybah bin Muslim? © aalequtub.com
Siapa Qutaybah bin Muslim? © aalequtub.com

Dalam salah satu perjalanan wisata di tahun 2018, penulis menyempatkan diri menunaikan salat Jumat di Masjid Huaisheng, Guangzhou. Kabarnya, masjid ini telah berdiri sejak 627 Masehi dan dibangun oleh paman Nabi, Sa’ad bin Abi Waqas (595-674 Masehi).

Kalau begitu, umur masjid ini hampir berumur 1400 tahun. Saya jadi tertarik untuk mengulas bagaimana Islam masuk ke Cina.

Siapa Qutaybah bin Muslim?

Menurut Machasin, dalam buku Sejarah Peradaban Islam (2002), masuknya Islam ke Cina bisa ditelusuri mulai dari pemerintahan Khalifah Bani Umayyah ke-6, Walid 1 (705-715 Masehi).

Walid I terkenal sebagai khalifah yang berhasil memimpin kekuasaan secara politik dan ekonomi. Pada masanya, kemakmuran rakyat terjamin. Di samping itu, expansi perluasan kekuasaan dinasti Umayyahpun berjaya. Pada masa ini, Islam tersebar hingga ke  Afrika (Barat),  Cina (Timur), dan India (selatan).

Walid I memiliki tiga pemimpin pasukan terkemuka sebagai penakluk: Qutaybah bin Muslim, Muhammad bin al-Qasim, dan Musa bin Nusair. Pada kesempatan ini, kita akan membahas Qutaybah bin Muslim.

Ia adalah seorang panglima perang yang ditugaskan oleh Walid I untuk membuka jalan expansi ke wilayah Timur. Dari Irak, ia melewati Asia Tengah, dan melaju ke Asia Timur untuk menyebarkan Islam. Jarak yang paling jauh ditempuh di antara panglima-panglima muslim.

Qutaybah bin Muslim lahir di Basrah, Irak tahun 669 Masehi. Sejak kecil ia sudah belajar ilmu-ilmu agama dan juga strategi perang. Di usianya yang belia, ia telah memulai karir militer dengan membantu amir-amir di wilayah Irak dalam menghadapi berbagai pemberontakan kaum Khawarij dan Abdurrahman bin al-Asy’ats.

Seorang panglima besar bernama Muhallab bin Abi Shafrah melihat talenta Qutaybah dalam bidang militer ini.  Ia memberi tahu Hajjaj bin Yusuf (w.714 Masehi); Gubernur Irak  pada masa pemerintah Abdul Malik bin Marwan. Atas berbagai prestasi dalam menumpas pemberontakan, Hajjaj bin Yusuf mengangkat Qutaybah menjadi amir di Khurasan.

Berjasa menyebar Islam hingga ke negeri Cina

Saat Walid I menggantikan ayahnya Abdul Malik bin Marwan, perjalanan Qutaybah ke Timurpun dimulai. Sejak permulaan abad ke-8, pasukan Qutaybah sudah berhasil menyeberangi sungai Oxus dan menaklukan Bukhara, Samarkand, dan Fargana.

Wilayah ini dahulu termasuk dalam wilayah Unisoviet. Namun sekarang sudah masuk dalam wilayah Uzbekistan, Tajikistan, Kirgystan (Asia Tengah). Sebelumnya mereka juga telah menundukkan daerah-daerah yang menjadi bagian dari Iran, Afganistan dan Pakistan sekarang.

Berikutnya, pasukan Qutaybah berhasil menguasai sungai Sehan dan masuk ke wilayah Tiongkok, tepatnya di Kota Kashgar (sekarang di provinsi Xinjiang). Islam diterima oleh penduduk Tiongkok Kashgar dengan senang hati dan tanpa paksaan. Agama Zoroaster dan Budha yang mereka anut selama ini mereka tinggalkan.

Akan tetapi, kematian Qutaybah di Fargana, Uzbekistan tahun 715 Masehi dan naiknya kekuasaan Cina di Mongolia membuat perluasan kekuasaan Islam di daerah ini terhenti dan penguasa lokal berdiri kembali.

Setengah abad kemudian, jejak Qutaybah dilanjutkan oleh  gabungan pasukan Arab dan Turki untuk menyerang pasukan Cina. Sejak saat itu, pasukan tadi menetap di sana dan tidak kembali lagi ke Asia Tengah.

Jelas, Qutaybah bin Muslim sangat berjasa dalam penyebaran Islam ke wilayah-wilayah di timur Irak hingga tembus ke negeri Cina.