Siapakah Hafshah binti Umar r.a?

Sejarah Kkartika Sustry 17-Okt-2020
dreamstime_s_183625020
Siapakah Hafshah binti Umar r.a? © Chernetskaya | Dreamstime.com

Seiring dengan perkembangan dunia yang semakin maju, tentunya kita menilik sejarah Islam sebagai bentuk pembelajaran lebih baik. Banyak dari kita mengidolakan para publik figur bukan Muslim, bahkan menjadi maniak.

Maka dari itu, mari kita mulai kilas balik para tokoh Muslim yang memiliki segunung prestasi dan bisa menjadi motivator untuk kita. Jika kita ditanya siapa saja orang-orang yang ada di sekeliling Rasulullah SAW, jawabanya hanya empat khalifah yang kita ketahui.

Padahal masih banyak lagi yang belum kita ketahui. Salah satunya Hafshah binti Umar r.a – siapakah dia?

Musibah menimpa Hafshah binti Umar r.a

Hafshah binti Umar bin Khattab bin Naf’al bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Rajah bin Adi bin Luay. Wanita yang dilahirkan di kalangan orang baik lagi saleh dan salehah, yang merupakan salah satu istri Rasulullah SAW.

Wanita yang bernama Hafshah r.a adalah perempuan keturunan Arab Adawiyah yang juga anak dari sahabat Rasulullah SAW, yaitu Saidina Umar bin Khattab r.a. Ibunya, Zainab binti Madh’un, muhajirin pertama sekaligus pemimpin dari kelompok orang-orang yang hijrah pertama kali ke Habsyi.

Hafshah r.a menikah di usia muda dengan suaminya seorang mujahid saleh, yakni Khunais bin Hudzafah as-Sahami. Namun, belum lama mereka menjalani kehidupan rumah tangga, Allah SWT memberi cobaan kepada Hafshah. Allah telah mengambil suaminya lebih dulu. Khunais menjadi syahid ketika Hafshah berusia 18 tahun ia menjadi janda muda.

Ketika itu, Saidina Umar bin Khattab r.a mengetahui musibah yang menimpa putrinya, ia ikut merasakan iba. Cobaan yang diberikan kepada Hafshah membuatnya menjadi sedih, sekalipun ia perempuan yang berani dan gagah.

Akhirnya, Saidina Umar bin Khattab r.a mengambil langkah untuk mencarikan suami baginya. Salah satunya dengan mendatangi Saidina Abu Bakar as-Shidiq r.a. Namun, sayangnya Umar mendapat penolakan dari sahabatnya.

Lalu ia coba lagi sampaikan keinginanya kepada Saidina Ustman bin Affan r.a yang baru kehilangan istrinya. Namun, lagi-lagi Umar r.a mendapatkan penolakan lantaran Ustman belum berniat menikah.

Berkahwin dengan Rasulullah SAW, mengumpulkan lembaran mushaf al-Quran

Hingga akhirnya, ia menceritakan kepada Rasulullah SAW apa yang dialaminya dan putrinya. Umar r.a sempat dibuat bingung dengan jawaban Rasulullah: “Hafshah akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Utsman dan Abu Bakar. Utsmanpun akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Hafshah.”

Pada awalnya Umar r.a bingung dengan jawaban Rasulullah SAW, tetapi setelah dicermati pernyataan tersebut, bahagia yang tak terkira bagi Umar apalagi Hafshah r.a. Akhirnya Hafshah binti Umar resmi menjadi salah satu istri Rasulullah SAW.

Keistimewaan Hafshah r.a ialah perempuan yang berani seperti sosok ayahnya, memiliki kemampuan menulis dan membaca. Ibadah yang sering dilakukan Hafshah adalah memperbanyak puasa dan salat malam, bahkan setelah Rasulullah SAW wafat.

Kepandaian Hafshah r.a dalam menulis dan membaca juga tercatat dalam sejarah sebagai orang yang mengumpulkan lembaran mushaf al-Quran dan memeliharanya, demikian atas desakan Abu Bakar r.a dan Umar r.a. Sehingga ia menjadi pemilik mushaf pertama sekali dan mushaf tersebut berada di rumahnya hingga wafat.

Hafshah r.a merupakan perempuan yang cerdas yang dengan ketabahan dan kesabarannya mampu memberikan kemaslahatan bagi umat hingga saat ini. Maka mari kita manfaatkan waktu kita untuk selalu berbuat kebaikan dan mengerjakan hal-hal yang mulia.