Sifat Riya’ begitu dekat dengan kita

Psikologi 18 Mar 2021 Merry Lestari
Merry Lestari
Sifat Riya’ begitu dekat dengan kita
Sifat Riya’ begitu dekat dengan kita © Dragonimages | Dreamstime.com

Dewasa ini di era modern yang semakin canggih, manusia semakin seolah tidak bisa terlepas dari berbagai teknologi kemajuan zaman seperti gadget atau perangkat-perangkat elektronik lainnya, serta media-media informasi sosial yang semakin canggih.

Bahkan perihal ibadah pun kerap dibawa-bawa hingga ke hadapan khalayak ramai melalui akun-akun media sosial yang ada pada saat ini. Sehingga kerap hal-hal yang kita tampilkan di media sosial tersebut menjadi perbuatan yang akhirnya menimbulkan berbagai sifat negatif, seperti riya (riya’), iri dengki, dan lainnya.

Sadar atau tidak pada saat ini, kita umat muslim juga telah terseret oleh arus perkembangan zaman yang semakin pesat ini.

Sifat Riya’ begitu dekat dengan kita

Secara umum, Riya’ atau ‘Riya’ adalah memperlihatkan suatu amalan kebaikan, baik itu berupa amalan ibadah maupun non ibadah kepada orang lain dengan berharap pujian darinya. Riya termasuk salah satu perbuatan tercela yang dibenci Allah Ta’ala dan Rasulullah SAW. Karena riya termasuk syirik kecil yang wajib dijauhi oleh setiap muslim.

Menurut bahasa, Riya’i (الرياء) berasal dari kata الرؤية (Ru’yah) yang artinya ‘menampakkan’. Sehingga dapat dikatakan bahwa riya adalah keadaan di mana seseorang akan senang melakukan suatu perbuatan baik jika ada orang lain yang melihat.

Kemudian hal tersebut sangat mendorong semangatnya untuk melakukan hal baik lainnya, namun jika tidak ada yang melihatnya, maka ia akan merasa berat untuk melakukannya.

Allah SWT. telah melarang umat Islam untuk berbuat riya di dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 264:

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia.”

(Quran surah al-Baqarah, ayat 264)

Riya’ Kholish dan Riya’ Syirik

Menurut tingkatannya, riya terbagi menjadi dua, yakni:

Riya’ Kholish

Riya’ Kholish adalah suatu perbuatan yang dimaksudkan untuk melakukan ibadah semata-mata hanya untuk mendapatkan perhatian dan pujian dari manusia.

Contoh riya kholish:

  • Riya badan, contohnya memamerkan tubuh yang kurus tanda rajin berpuasa
  • Berpakaian, contohnya, memakai pakaian yang menutup aurat agar dipandang orang saleh
  • Dalam ucapan, seperti melantunkan ayat-ayat al-Quran dengan suara yang merdu dan fasih dihadapan orang agar dipuji

Riya’ Syirik

Riya’ Syirik adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan niat untuk menjalankan perintah Allah SWT. Namun juga dilandasi dengan niat agar mendapat perhatian dan pujian dari manusia sekaligus.

Riya yang mungkin tanpa sadar sering dilakukan sebagian umat muslim pada saat ini adalah melakukan amalan kebaikan dan diumbar-umbar ke media sosial. Tujuannya agar dapat diketahui oleh khalayak ramai bahwa dirinya telah melakukan perbuatan baik.

Meskipun orang tersebut tak berniat untuk berbuat riya, namun tanpa disadari perbuatan tersebut telah menuntunnya pada perilaku riya. Karena sesungguhnya di dalam Islam juga telah mengajarkan kita untuk tidak mengumbar kebaikan yang telah kita lakukan, dengan tujuan untuk menghindari adanya sifat riya di dalam hati.