Sifat salat Nabi Muhammad

Dunia Muhammad Nassar 18-Jun-2020
Sifat salat Nabi Muhammad © Aisyaqilumar | Dreamstime.com

Sebagai umat Islam yang taat, salat merupakan rukun iman yang kedua yang harus dilaksanakan. Salat merupakan ibadah bagi seorang Muslim yang harus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW dan beberapa syarat yang telah ditentukan. Salat sendiri merupakan ibadah yang hukumnya fardu ain atau wajib bagi masing-masing seorang Muslim.

Salat sendiri memiliki banyak jenis gerakan yang telah ditetapkan secara berurutan. Untuk anda yang merasa gerakan salat terdapat sesuatu yang kurang, ada baiknya anda untuk mengikuti gerakan-gerakan salat menurut Nabi Muhammad SAW seperti penjelasan di bawah ini.

Meluruskan saf salat

Jika anda selaku imam, hendaklah menghadap jemaah menoleh ke kanan dan kiri kemudian mintalah untuk meluruskan saf, unjuk jemaah pastikan antar kaki jemaah saling menempel.

Takbiratul ihram

Lakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan Allahu Akbar dan mengangkat kedua tangan dengan jari-jari dirapatkan dan telapak tangan terbuka menghadap kiblat. Ujung jari sejajar bahu atau setinggi daun telinga.

Bersedekap

Selama berdiri tegap (tangan bersedekap), pandangan mata harus ke arah tempat sujud. (Hadis riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Posisi tangan ketika bersedekap yaitu tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri atau meletakkan telapak tangan kanan di atas tangan kiri. Kemudian dilakukan membaca doa Iftitah, dan Al-Fatihah.

Rukuk

Bertakbir kemudian mengangkat sejajar bahu atau setinggi daun telinga kemudian membungkukkan badan 90 derajat. Nabi SAW selama rukuk membungkukkan punggung sejajar atau rata dengan kepala.

Pada saat rukuk, meletakkan tangan pada lutut dengan kondisi lurus dan bertumpukan tangan serta jari direnggangkan. Nabi juga selalu melamakan rukuknya kemudian membaca tasbih dan membaca zikir-zikir dan doa-doa lain selama rukuk. Namun Nabi melarang membaca Al-Quran saat rukuk.

Bangkit dari rukuk (iktidal)

Setelah melakukan rukuk, selanjutnya melakukan gerakan iktidal (posisi bangkit dari rukuk) dengan gerakan mengangkat kepala (berdiri tegak) dari rukuk dibarengi mengangkat tangan setinggi bahu atau sejajar dengan telinga serta mengucapkan ‘sami’allaahu li man hamidah.’ Namun, jika melaksanakan salat secara jemaah, para makmun tidak disyariatkan untuk mengucapkannya.

Tapi mereka diperintahkan untuk mempersingkat tahmid, dengan syarat dimana posisi tubuh telah benar-benar berdiri tegak sempurna. Nabi SAW bersabda: “Jika imam mengucapkan “sami’allaahu li man hamidah”, hendaklah makmum mengucapkan ‘rabbanaa wa lakal hamdu.”

Kemudian meletakkan telapak tangan tangan kanan pada punggung tangan kiri atau pada pergelangan tangan kiri atau pada lengan tangan kiri sebagaimana yang dilakukan sebelum rukuk. Nabi memerintahkan agar tidak tergesa-gesa.

Sujud

Gerakan dimana bertakbir lalu menyungkur untuk bersujud. Tidak ada riwayat menyebutkan sebelum bersujud Nabi SAW mengangkat tangannya. Ketika bersujud Nabi mendahulukan lututnya kemudian disusul tangan. Saat bersujud bertumpukan tujuh anggota tubuh seperti wajah, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung dua kaki.

Menempelkan dahi dan hidung ke lantai dengan sedikit mengangkat lengan ke bawah, menjauhkan lengan dari lambung, menjauhkan perut dari paha, menjauhkan paha dari betis. Kedua telapak kakinya tegak sambil menekuk ujung-ujung jarinya sampai menghadap kiblat. Nabi Muhammad SAW juga sangat melarang lengan bawah ditempelkan ke lantai layaknya kebiasaan anjing. Tidak jauh berbeda dengan rukuk saat sujud lakukan tanpa tergesa-gesa, bisa sambil merapalkan doa dalam hati.

Duduk di antara dua sujud

Setelah bersujud, Nabi SAW langsung mengangkat kepalanya sembari takbir lalu mengambil posisi duduk. Posisi duduk yang dilakukan dengan iftirasy yaitu meletakkan punggung kaki kiri ke lantai lalu duduk di atasnya, sedangkan telapak kaki kanannya ditegakkan. Posisi telapak tangan ditaruh di atas paha dengan jari-jari diluruskan.

Bangkit untuk berdiri

Pada posisi, bertakbir sambil bangkit bertumpukan pada kedua lutut dan tidak diperbolehkan saat berdiri bertumpu pada lantai dengan kedua tangan.