Strategi dan kemenangan

dreamstime_s_174758456
Strategi dan kemenangan © Phoomrat Withayachaya | Dreamstime.com

Salah satu syarat kemenangan adalah apa yang dinamakan strategi. Strategi adalah sunah kauniyah dan usaha manusiawi setelah takdir Allah SWT. Untuk mencapai yang diinginkan seseorang tidak boleh hanya mengandalkan takdir atau mengatakan ini sudah menjadi takdir Allah.

Ketika Rasulullah SAW menjelaskan bahwa segala sesuatu yang akan terjadi sudah tertulis di lauhil mahfuzh,  salah seorang sahabat berkila: “Kalau begitu kita tawakkal saja ya, Rasulullah SAW.” Rasulullah bersabda: “Tidak. Akan tetapi bekerjalah. Sebab semua akan dimudahkan untuk sesuatu yang diciptakan karenanya.”

Strategi yang terbaik adalah strategi yang lawan tidak dapat memprediksi,  menerkah dan menduga duganya. Tiba tiba dia dikejutkan oleh sesuatu yang tidak  dikenalnya sebelumnya. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berakal besar, berpengalaman di lapangan dan berwawasan luas ke depan.

Ketika perang Badar seorang sahabat bernama Al Habab bin Al Munzir r.a berkata kepada Rasulullah SAW saat beliau memerintahkan pasukan untuk berhenti sambil menunggu pasukan Quresy.”Apakah posisi kita ini. Wahyu yang tak boleh dilanggar atau peperangan adalah taktik dan strategi.”

Rasulullah SAW menjawab bahwa itu bukan wahyu. Lalu al-Habab menyarankan agar mengambil tempat di dekat mata air, dan Rasulullah setuju.

Ketika terjadi perang Mu’tah,  pimpinan pasukan kaum Muslimin diambil alih oleh Khalid bin Walid r.a setelah ketiga sahabat yang menjadi panglima perang gugur sebagai syuhada’. Pasukan kaum muslimin berjumlah tidak lebih dari 3 ribu personil berhadapan dengan pasukan Romawi yang jumlahnya sampai 100 ribu.

Dalam pikiran Khalid bin Walid r.a kecil kemungkinan dapat memenangkan peperangan. Sebab itu, ia berpikir bagaimana menyelamatkan pasukan yang dipimpinannya sehingga tidak banyak jatuh kurban.

Khalid bin Walid r.a mengatur strategi peperangan dengan membagi pasukan yang sedikit itu kepada beberapa bagian. Ada pasukan yang menyerang,  ada pasukan yang hanya mengepulkan debu seolah olah datang bala bantuan.

Dengan strategi seperti itu pasukan Romawi menjadi ciut, sebab mereka mengira ada bala bantuan yang datang.  Sementara berhadapan dengan yang ada saja sudah kewalahan, fikir mereka.

Akhirnya  Khalid dapat leluasa membawa kembali pasukannya ke Madinah dan Romawi tidak berani mengejar mereka.

Namun sejak peristiwa Mu’tah ini pasukan muslimin sangat diperhitungkan,  baik oleh Romawi atau bangsa Arab yang ada di  semenanjung arab.

Ketika gabungan pasukan dari kaum kafir Quraisy, bangsa Arab dan kaum Yahudi di Madinah sepakat memerangi kaum muslimin di kota Madinah, Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabatnya.

Bermusyawarah tentang strategi apa yang akan dilakukan untuk menghadapi peperangan ini.  Tentu banyak pendapat. Namun pada akhirnya Rasulullah SAW dan para sahabat mengambil pendapat Salman al-Farisi r.a. Yaitu menggali parit di sekeliling kota Madinah.  yang berfungsi sebagai benteng pertahanan dan penghalang antara kaum muslimin dan musuh.

Dan benar,  pasukan gabungan kaum kafir kaget dan tak pernah menduga ada parit yang mengelilingi kota Madinah. Setelah 15 hari mereka mengepung dan tak ada hasil, Allah memporak porandakan kemah mereka dengan angin kencang.

Ketika akan menaklukan Konstantinopel,  Muhammad Al Fatih menyeberangkan kapal kapal layar yang mengangkut pasukannya melalui bukit hingga sampai selat Borporus lalu menyeberang menuju benteng.

Selama ini kapal kapal tersebut melewati selat itu selalu tenggelam disebabkan rantai yang melintang di tengah selat tersebut. Dengan sebab itu Muhammad Al Fatih dapat menaklukan kota Konstantinopel setelah berabad abad disabdakan Rasulullah SAW akan ditaklukkan.

Baik Al-Habab, Khalid,  Salman atau Muhammad AlFatih mereka menemukan strategi yang tak pernah dibayangkan oleh musuh sehingga dapat memenangkan pertarungan.

Begitulah cara pemimpin menaklukan pertarungan. Tidak cukup duduk duduk di belakang meja,  sambil memberikan taklimat dan instruksi. Dia harus berkurban lebih banyak, bekerja lebih keras,  berpikir lebih strategis dan menjadi contoh dari apa yang ia katakan.