Suara-suara untuk Palestina

Suara Untuk Palestina © Yuhan Perdana | Dreamstime.com

Pendudukan Israel terhadap wilayah-wilayah Palestina terus berlanjut. Intervensi Israel terhadap segala kehidupan di Palestina terus berjalan. Kekerasan dan perampasan hak atas tanah (rumah, kebun, dan properti  lainnya) terus dipertontonkan.

Hal ini menunjukkan bahwa  Palestina yang telah diakui kemerdekaannya oleh 193 negara anggota PBB pada 18 Januari 2012 ternyata masih tahap berjuang untuk merdeka. Perjuangan Palestina terus didukung oleh berbagai bangsa atas nama kemanusiaan. Suara-suara pembebasan terus didengungkan oleh warga dunia untuk tujuan ini.

Secara historis, duka bangsa Palestina di mulai pada tanggal 15 Mei 1948. Hari ini diberi nama An-Nakbah yang berarti bencana. Seiring dengan deklarasi berdirinya negara Israel di wilayah Palestina pada tanggal tersebut, sejumlah 750.000 penduduk dari 900.000 keseluruhan rakyat Palestina berbondong-bondong menjadi pengungsi ke negara-negara tetangga. Sebuah tragedi nampak baru saja dimulai terhadap 90% rakyat Palestina. Tragedi ini akhirnya terus berlangsung hingga kini selama 72 tahun.

Sebagai bangsa yang terjajah, bangsa Palestina (baik di dalam negeri maupun di pengungsian) selalu memperingati hari bencana tersebut setiap tanggal 15 Mei. Peringatan ini mengambil simbol yang sangat emosional, yaitu kunci. Kunci erat kaitannya dengan pintu rumah. Selama kita membawa kunci, berarti suatu saat kita akan pulang.  Bagi bangsa Palestina, lambang kunci ini adalah tanda optimisme bahwa suatu saat mereka akan kembali ke rumah-rumah di wilayah Palestina sebagai pemilik sah negara itu.

Peringatan Nakbah sering kali menimbulkan korban di pihak rakyat Palestina karena tindakan repesif tentara Israel. Namun, peringatan ini harus terus dilaksanakan karena ini adalah bentuk lengkingan suara rakyat Palestina yang hingga tahun 2020 ini  telah menderita selama 72 tahun.

Atas suara penderitaan bangsa Palestina di atas, dunia internasionalpun tak ketinggalan memekikkan suara serupa. Setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan, dunia memperingati hari Al-Quds Internasional. Penggagas ide ini adalah Ayatullah Ruhullah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran. Ia mengajak dunia untuk membela hak-hak rakyat Palestina yang dirampas Zionis. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada tanggal 22 Mei 2020.

Di samping itu, belakangan muncul pula peringatan Hari Media Al-Quds Sedunia. Peringatan yang jatuh pada setiap tanggal 07 Juni lalu dimaksudkan sebagai kampanye yang mengajak warga dunia menyebarkan postingan di berbagai media dengan materi al-Quds, masjid al-Aqsa, dan isu-isu tentang Palestina. Media pemberitaan, seperti koran, radio, medsos dapat megambil peran dalam mendukung pembebasan Palestina.

Tahun 2020 ini, lebih dari 200 organisasi dari 33 negara berpartisipasi dalam kampanye Hari Media Al-Quds Sedunia. Tagar #Menangkanal-Quds menjadi viral di  media sosial (Facebook, Instagram, Twitter). Palestina, sebelum keadilan berpihak kepadamu, dunia selalu bersuara untukmu.