Suku terbaik dan garis keturunan paling mulia

Kubah Masjid Nabi Muhammad SAW di Madinah © Ayman Zaid | Dreamstime.com

Imam Bukhari r.a berkata bahwa Nabi Muhammad SAW diberi gelar oleh kaumnya sebagai Abu Qasim. Nama aslinya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Madrakah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma’ad bin Adnan.

Menurut Ibnu Hazm r.a, tidak diragukan lagi bahwa Adnan adalah keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim Khalilullah (Kekasih Allah) a.s. Pernyataan senada dikeluarkan oleh Ibnu Qayyim r.a dan Imam Zahabi r.a. Para ulama pun menyepakati hal ini, namun mereka berbeda pendapat silsilah keturunan dari Adnan hingga Ismail a.s.

Dalam kitab Tafsirnya, Ibnu Katsir r.a menerangkan bahwa Nabi Ibrahim a.s. memiliki dua putra yang mulia. Pertama, Ismail a.s dari ibunda Hajar r.a dan Ishaq a.s dari ibunda Sarah r.a. Nabi Ishaq selanjutnya memiliki putra, Nabi Ya’qub. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Quran, surah Hud ayat 71: “Dan setelah Ishaq akan lahir Ya’qub…”

Dari Nabi Ya’qublah keturunan Bani Israil bermula. Nabi-nabi yang diutus dari keturunan bangsa ini tak terhitung banyaknya, yang terakhir adalah Isa bin Maryam a.s.

Adapun Nabi Ismail a.s. akhirnya menikah dengan wanita arab pilihan dari suku Yaman yang menetap di Mekah. Tidak ditemukan para nabi ataupun rasul dari keturunan Nabi Ismail selain penutup risalah nabawiah. Beliaulah, Muhammad bin Abdullah SAW.

Selain memiliki hubungan darah dengan Nabi Ismail a.s, Rasulullah SAW lahir dari keturunan suku Quraisy, salah satu suku terhormat dikalangan masyarakat Arab. Suku ini adalah suku asli penduduk Mekah. Quraisy mengandung makna ‘Berhimpun kembali’, dan ‘Memenuhi kebutuhan dengan berusaha’.

Kaum Quraisy memiliki kebiasaan yang dipandang positif seperti dinyatakan dalam surah al-Quraisy, ayat kedua: “Kebiasaan mereka berpegian pada musim dingin dan musim panas.”

Mereka kerap bepergian pada musim dingin ke arah Yaman, dan menuju Syam pada musim panas. Dengan demikian, Quraisy adalah suku yang dinamis dalam kemampuan mereka bertahan hidup.

Kelebihan suku ini diabadikan Rasulullah SAW melalui sabdanya yang diriwayatkan dari Imam Ahmad r.a: “Pemimpin itu harus dari Quraisy.” Dengan demikian, tidak ditemukan keturunan paling baik dan nasab yang mulia melainkan akan menjadi panutan  dan rahmat bagi seluruh alam.