Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Sulit Tahajud, patut introspeksi!

Salat 01 Feb 2021
Kkartika Sustry
Sulit Tahajud, patut introspeksi!
Sulit Tahajud, patut introspeksi! © Jasminko Ibrakovic | Dreamstime.com

Manusia memang tempatnya alpa dan salah, namun bukan berarti kita dengan sengaja menyandang gelar manusia tempatnya khilaf melainkan sebagai mawas diri dan iman menjadi batasan bagi hamba yang taat atau tidak.

Melewati aktivitas sehari-hari membuat diri menjadi terlena dengan dunia fana yang hanya sementara, sehingga di malam hari kita terlelap seperti tak bernafas lagi.

Sulit Tahajud, patut introspeksi!

Apakah ini suatu kesalahan karena terlelap? Tentu tidak karena Allah Taala memberikan waktu untuk beristirahat di malam hari, hanya saja jika sudah berlebihan akan lupa satu hal bahwa malam hari menjadi waktu yang mustajab untuk berdo’a, waktu yang paling tenang untuk curhat kepada Allah.

Tahajud merupakan ibadah yang disukai Allah SWT. Para mukmin yang taat akan senantiasa membiasakan diri untuk salat tahajud. Tidak pula jarang kita merasa kesulitan bangun malam hari untuk salat tahajud, hal ini juga patut kita renungkan apa yang telah membuat kita sulit bangun untuk salat.

Demikian ini bisa menimpa siapapun, termasuk orang yang taat sekalipun maka dari itu Tahajud sebagai introspeksi diri. Beruntunglah kita yang masih sadar karena kehilangan nikmat salat tahajud, artinya Allah Taala masih sayang kepada kita dengan segera menegur.

Banyak faktor yang membuat hamba sulit untuk bangun Tahajud meski tidak disadari:

1. Dosa-dosa yang mengikat

Maksudnya, ketika kita sudah bisa salat Tahajud kemudian seminggu menjadi bolong atau bahkan alpa sama sekali untuk tahajud, maka perlu sekali mengintrospeksi diri. Apa yang sudah kita lakukan di siang hari sehingga sulit sekali bangun?

Maka mati renungkan, maksiat dan dosa yang dengan sengaja atau tidak sengaja kita lakukan sehingga menyebabkan hati mengeras dan kotor. Hati yang kotor akan tertutup untuk melakukan kebaikan, na’udzubillah.

Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumud Diin dikatakan, seorang laki-laki bertanya kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id, semalaman aku dalam keadaan sehat, lalu aku ingin melakukan salat malam dan aku telah menyiapkan kebutuhan untuk bersuci, tapi mengapa aku tidak dapat bangun? Hasan al-Basri menjawab: Dosa-dosamu mengikatmu”.

Seorang sahabat ini pula merenung apa yang terjadi ketika dia tidak bisa salat Tahajud. Maksiat dan dosa yang kita lakukan kadang kala seperti tanpa beban. Mencela,  menghibah atau yang lebih kecilnya hati kita menilai seseorang dan menganggapnya riya’ itu saja bisa mengotori hati kita.

2. Terlalu mencintai dunia

Hati-hati dengan rutinitas yang membuat terlena dan mencintai dunia. Bahagia memang boleh hanya saja sewajarnya saja. Seharian kita sibuk dengan urusan dunia, tertawa yang berlebihan.

Ini membuat malam jadi lelah dan terlelap sangat nyenyak sehingga terlewatkan untuk salat Tahajud. Semoga kita senantiasa menahan diri untuk tidak hanya memikirkan dunia dan seimbangkanlah dengan akhirat.

3. Perhatikan apa yang kita makan

Dosa yang mengikat kita bukan hanya lewat apa yang telah dikerjakan, tetapi juga apa yang telah kita makan. Makanan yang haram masuk ke tubuh kita juga mempengaruhi keimanan kita.

Bukan hanya itu, makan malam yang berlebihan membuat kita terlelap sehingga sulit untuk bangun. Tahajud sebagai indikator kita terhadap apa yang kita kerjakan di siang hari. Beruntunglah kita yang hatinya selalu mengingat Allah SWT.