Sumur sakinah, jaminan perlindungan Allah SWT

Sejarah Roni Haldi Alimi
Pilihan
Sumur sakinah, jaminan perlindungan Allah SWT
Sumur sakinah, jaminan perlindungan Allah SWT © madainproject.com

Mimpi itu cikal bakal penerus nubuwwah (kenabian) Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Bukan sembarang mimpi. Mimpi itu ternyata menjadikan cinta dan kasih sayang Nabi Ya’qub a.s semakin bertambah tambah kepada Yusuf a.s. Tampak terang benderang bagai hujan turun di teriknya siang.

Untung tak bisa diraih malang tak mampu dihadang, mufakat jahat sepuluh bersaudara seayah lagi serumah telah digelar. Hasad lagi dengki mencengkeram hati mereka bersebab anggapan adanya perlakuan lebih sang ayah kepada Nabi Yusuf a.s.

Kebenaran yang berujung kebohongan bertali

Telanjur benci, hanya bersebab kecil lagi sederhana tapi bisa menghadirkan bencana besar. Busuk hati menaikkan adrenalin ego diri. Marah bercampur benci sudah di ubun-ubun, putih mata telah memerah, daun telinga merah mengeras.

Ilmu – dan apalagi adab – hilang tak berbekas. Akibat benci nyata menutup saluran pintu maaf walau terhadap saudara seiman serta seayah lagi serumah. Seribu atau bahkan lebih hujah akan dicari agar hasad tertutup tak terlihat. Perangai buruk ditutup rapat tak tersingkap, ujar kebohongan dirangkai seakan kebaikan wujud mereka.

Tibalah hari puncak kecemasan sang ayah. Saat itu, rasa kebapakan Nabi Ya’qub a.s tak berkutik di hadapan argumen logis dari saudara-saudara Yusuf a.s. Perangkap muslihat dari mufakat jahat telah terbentang di hadapan. Yusuf, yang menurut mereka merupakan ‘sang penghalang kasih sayang’, tak berkutik dalam genggaman.

Frasa penghilangan dari wajah sang ayah dijalankan. Pakaian dilucuti dijadikan sebagai alat bukti kebenaran. Kebenaran yang berujung kebohongan bertali. Yusuf a.s kecil tak berdaya sendiri dimasukkan ke sumur ujian. Sekongkol yang kompak ditunjukkan sepuluh saudara seiman, seayah lagi serumah.

Menjadikan sumur untuk membuang Nabi Yusuf a.s merupakan pilihan buruk nan ceroboh. Memang benar bahwa sumur merupakan tempat yang lembap, sunyi, sepi, gelap, terisolasi, terputus dari keramaian dunia.

Tidaklah terlampau salah bila sumur dianggap dekat dengan kematian. Namun, anggapan mereka tetaplah perhitungan manusia. Nun jauh di sana ada kepastian, dan bukan perkiraan kosong belaka, dari yang Maha Menguasai pikiran perkiraan.

“Kami wahyukan kepadanya, Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.”

(Quran surah Yusuf, 12:15)

Sumur sakinah, jaminan perlindungan Allah SWT

Jaminan perlindungan telah dipastikan Allah Taala terhadap Nabi Yusuf a.s. Sakinah jauh dari gelapnya ketakutan. Pengalihan suasana hati dari sulit lagi rumit menakutkan kepada kondisi tenang lagi gembira nan menjanjikan. Jaminan pertolongan sekaligus peneguhan mimpi nubuwwah. Sumur gelap lagi lembap membawa sakinah.

Tak hanya jaminan pertolongan, Allah SWT menyampaikan janji di masa depan. Bahwa akan terjadi peristiwa besar perjumpaan Yusuf a.s dengan sepuluh saudaranya seiman seayah lagi serumah tatkala mereka tak menyadari sebelumnya.

Bangkai makar yang disimpan rapat puluhan tahun tetap tercium menyengat. Makar puluhan tahun silam terbukti diakui tiada daya disangkali. Yakinlah, sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium jua. Serapih apapun bangkai ditutupi, tetap saja bau busuknya akan menyebar ke mana-mana.

Bangkai busuk makar saudara seayah lagi serumah dirasa aman di kubur dalam kegelapan sumur.Namun, ternyata sengatan baunya tak disadari justru masih dirasa setelah puluhan tahun.

Karena bangkai itu busuk dan bau, maka jangan pernah berpikir bagaimana menyimpannya agar busuk dan baunya tak diketahui orang lain. Berpikir dan berusahalah agar jangan sampai ada bangkai yang hanya akan membawa masalah.

Begitu pula kebohongan dan kecurangan. Meski disembunyikan rapat-rapat, suatu saat akan terbongkar. Kebenaran akan muncul ke permukaan dengan jalan yang terkadang sama sekali tidak terduga. Percayalah!

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.