Susah memaafkan tanda keras hati, benarkah?

Psikologi Merry Lestari
Pilihan oleh Merry Lestari
Susah memaafkan tanda keras hati, benarkah?
Susah memaafkan tanda keras hati, benarkah? © Airdone | Dreamstime.com

Berbuat salah tentu sering dilakukan manusia, baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena seperti yang sering kita dengar bahwa ‘manusia adalah tempatnya salah’. Ketika melakukan kesalahan tersebut tentu hal pertama yang harus kita lakukan adalah meminta maaf dengan tulus kepada pihak yang bersangkutan.

Namun terkadang dalam beberapa momen sering kita temui ada segelintir orang yang tidak mau atau menolak permintaan maaf dari seseorang.

Orang yang tidak mau memaafkan dalam Islam

Adakalanya kita akan merasa sangat marah dan kecewa ketika seseorang banyak berbuat kesalahan atau juga menyebabkan rasa sakit hati maka tentu terkadang pintu maaf sulit untuk dibukakan sebagimana keutamaan ikhlas dalam islam.

Melupakan sekaligus memaafkan  kesalahan orang lain memang termasuk  perbuatan yang sangat berat. Seolah-olah pekerjaan memindahkan sebuah gunung  dan  bukit. Apalagi luka yang mereka ukir  di dalam sanubari kita  begitu dalam dan lebar. Sepertinya  mudah diucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan dengan ikhlas sebagaimana cara membuat hati tenang dan ikhlas.

Padahal dalam Islam sendiri dianjurkan untuk saling memaafkan dan meberikan maaf sebagaimana keutamaan memaafkan orang lain. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang didatangi  saudaranya yang hendak meminta maaf ,hendaklah memaafkannya,apakah ia berada dipihak  yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal  tersebut (memaafkan) , niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat).”

(Hadis riwayat Al-Hakim)

Selain itu, perintah untuk saling memaafkan juga telah dijelaskan dalam Al-Quran, surah An-Nuur, ayat 22:

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”

Susah memaafkan tanda keras hati, benarkah?

Memberikan maaf kepada orang lain merupakan sebuah kewajiban sebgaimana menjaga hati dalam Islam . Hal ini sesuai dengan nilai nilai islam yang menegaskan untuk selalu membangun ukhuwah islamiyah dan persaudaraan. Sikap tidak mau memafkaan tentu akan secara langsung memantik api permusuhan dan pertikaian menjadi semakin lebar.

Padahal dari pihak lain yang berkonflik sudah menunjukkan adanya ikhtikad baik untuk meminta maaf terlebih dahulu. Maka sehaarusnya pihak lainnya bersikap bebesar hati dengan memberikan maaf.

Meskipun sulit dan perbuatan yang dilakukan terlanjur membuat sakit hati, namun tetap harus memberikan maaf apalagi ketika orang tersebut sudha meminta maaf. Bukankah Allah SWT sendiri merupakan maha pemaaf, lalu mengapa manusia begitu arogan dengan bersikap tidak memberi maaf.

Orang yang sulit memaafkan dinilai memiliki hati tidak bersih dan penuh dengki. Pertanda juga bahwa yang bersangkutan tidak menghargai diri sendiri. Dengki, iri, dan dendam merupakan penyakit hati manusia. Obatnya cukup satu, yaitu memaafkan.

Karena itulah sebagai muslim yang beriman dan bertakwa pada Allah Taala. hendaklah kita senantiasa memiliki sifat pemaaf dan selalu berlapang dada terhadap segala sesuatu.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.