Syarat-syarat dan adab-adab dalam puasa

Islam untuk Pemula Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Syarat-syarat dan adab-adab dalam puasa
Syarat-syarat dan adab-adab dalam puasa © Ilkin Guliyev | Dreamstime.com

Puasa dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Sebagai salah satu dari lima rukun Islam, puasa harus dilakukan oleh seluruh umat Islam yang matang, waras, sehat, dan tanpa hambatan.

Itulah sekelumit pengenalan tentang kondisi dan tata hukum puasa. Untuk informasi lebih lanjut dan sebagai referensi, silakan membaca artikel ringkas ini.

Syarat-syarat puasa

Tidak semua orang harus melakukan ibadah puasa, kecuali telah memenuhi  syarat-syarat berikut ini:

  • Islam, puasa tidak sah dilakukan oleh orang-orang kafir
  • Baligh, anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak wajib melakukan ibadah puasa, akan tetapi apabila ia berpuasa maka hukumnya sah
  • Sehat dan muqim, tidak wajib bagi yang sakit dan musafir (Quran surah al-Baqarah, 2:184)
  • Berakal, orang-orang yang tidak berakal seperti orang gila, sakit ayan dan yang hilang akalnya tidak diwajibkan melakukan ibadah puasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Qolam (beban hukum itu) dihilangkan dari tiga golongan; orang yang gila sampai ia sembuh, orang yang tidur sampai ia bangun dan anak kecil sampai ia baligh.”

(Hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Adab-adab dalam puasa

Beberapa adab-adab dan amalan sunnah dalam berpuasa:

Menyegerakan berbuka

Mempercepat waktu berbuka puasa adalah sunnah Nabi Muhammad SAW. Baginda bersabda:

“Orang akan selalu dalam kebaikan selama mereka cepat berbuka,”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

 

“Manusia (yang berpuasa) senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

(Muttafaqun Alaih)

 

“Sesungguhnya Rasulullah tidak melakukan salat maghrib dulu sehingga ia berbuka, meskipun dengan setegukan air.”

(Hadis riwayat At-Tirmidzi)

Berbuka dengan Ruthab

Awal mula anjuran berbuka puasa dengan yang manis.

“Ruthab (kurma tangkai yang masih muda), kurma dan air.”

(Hadis riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Berdoa menjelang berbuka

Ketika berbuka puasa, ada beberapa etika yang baik untuk dilakukan saat berbuka puasa. Salah satunya adalah berdoa.

“Sesungguhnya doa orang yang puasa saat berbuka tidak tertolak.”

(Hadis riwayat Ibnu Majah)

 

“Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala, insya Allah.”

(Hadis riwayat Abu Dawud, dari Ibnu Umar)

 

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi setiap sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”

(Hadis riwayat Ibnu Majah)

 

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rizqi-Mu aku berbuka.”

(Hadis riwayat Abu dawud, hadis Mursal)

Sahur dan mengakhirkan sahur

“Ummatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka dan mengakhirkan sahur.”

(Hadis riwayat Ahmad)

Menjauhi perbuatan atau ucapan dusta dan tidak berfaedah

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Siwak

Amir bin Rabi’ah berkata:

“Saya sering melihat Nabi Muhammad SAW bersiwak ketika sedang berpuasa.”

(Hadis riwayat At-Tirmidzi)

Suka berderma dan tadarus Al-Quran

Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata:

“Bahwa Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril ‘Alaihis Salam menemuinya, dan adalah Jibril ‘Alaihis Salam mendatanginya setiap malam di bulan Ramadan, dimana Jibril ‘Alaihis Salam mengajarkan Al Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW jauh lebih lembut daripada angin yang berhembus.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Mujahadah (sungguh-sungguh) dalam beribadah

“Ketika Rasulullah SAW memasuki sepuluh terakhir (Ramadan), maka beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi isterinya untuk lebih konsentrasi beribadah).”

(Hadis riwayat Muslim)

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.