Syawal bulan kemenangan

Kepercayaan Sanak 23-Jun-2020
Syawal bulan kemenangan © Aziz Rimi | Dreamstime.com

Pada permulaan dakwah Islam, perperangan menjadi suatu keniscayaan. Baik itu perang karena mempertahankan diri atau pun dengan tujuan ekspansi. Kalah dan menang dipergilirkan Allah SWT sehingga umat Nabi Muhammad SAW teruji dengan rasa syukur dan sabar.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa beberapa perperangan besar yang diikuti Rasulullah SAW terjadi di bulan syawal. Entah suatu kebetulan atau pun bukan, yang pasti semuanya telah ditakdirkan. Di antara peperangan tersebut adalah Perang Uhud, Khandak dan Hunain.

Perang Uhud terjadi pada 15 Syawal tahun ketiga setelah hijrah.  Secara eksplisit kaum muslimin kalah, namun sejatinya menang karena banyak hikmah yang didapatkan. Pertama, nyatanya keberadaan orang munafik yang mundur ketika perang akan berkecamuk.

Kedua, diperlihatkan secara jelas akibat menyelisihi perintah Rasul SAW seperti yang dilakukan pasukan pemanah. Ketiga, uji keimanan tingkat tinggi ketika tersebar kabar wafatnya Nabi Muhammad. Tiga poin penting ini menjadi batu loncatan kemenangan-kemenangan berikutnya.

Perang Khandak berlangsung pada Syawal tahun kelima hijrah. Strategi defensif yang pertama dan terakhir di masa kenabian ini dicetuskan oleh sahabat mulia, Salman Alfarisi r.a. Serbuan  kaum musyrikin yang terdiri dari 10.000 pasukan gabungan jazirah arab terhenti di bibir parit. Pengepungan yang mereka lakukan berakhir tragis dengan angin kencang yang memporak porandakan perkemahan mereka.

Perang Hunain, bertepatan pada tahun kedelapan Hijriyah, juga di bulan Syawal. Peristiwa itu terjadi setelah penaklukkan Kota Makkah tanpa pertumpahan darah. Kaum muslimin berjumlah 12.000 pasukan, 2. 000 di antaranya berasal dari Quraisy Makkah. Di awal pertempuran, pejuang Islam ini sempat terpukul mundur akibat serangan dadakan. Pada situasi genting, Rasulullah SAW menyatukan mereka kembali melalui satu komando. Hasilnya, Perang Hunain dimenangkan kaum muslimin.

Meskipun peperangan fisik sudah mereda, Syawal tetap dikenal dengan bulan kemenangan. Alasannya karena kaum muslimin telah berjihad melawan hawa nafsu di bulan sebelumnya, Ramadan.

Rasulullah SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh imam Ahmad r.a dan lain-lain: “Jihad paling utama adalah jihad melawan nafsu sendiri karena Allah SWT.”

Latihan mengendalikan hawa nafsu selama Ramadan bukan untuk dilupakan tetapi dipertahankan. Syawal adalah pembuktian, apakah kemenangan yang akan diraih dalam jihad tersebut atau kembali diperbudak hawa nafsu yang tak ada habisnya.