Syekh Ali Jaber dan kesabaran menahan diri

Syekh_Ali_Jaber,_00.02
Syekh Ali Jaber © Creative Commons Attribution 3.0 BY 3.0, Link

Masih segar dalam ingatkan kita kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber di halaman Masjid Falahuddin, Jalan Tamin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, pada September lalu.  Ia peristiwa tentang Syekh Ali Jaber dan kesabaran menahan diri.

Petang hari itu ketika Syekh Ali Jaber sedang berdialog dengan seorang anak berusia 9 tahun di atas panggung. Di hadapan ratusan jamaah yang menghadiri wisuda santri hafiz Quran. Saat itu Syekh Ali Jaber sedang menawarkan hadiah kepada anak tersebut yang diketahui merupakan anak yatim. Ia menawarkan hadiah sepeda, ternyata anak penghafal al-Quran tersebut belum bisa bersepeda. Akhirnya, Syekh Ali Jaber mengajak ibunda anak tersebut foto bersama.

Ditikam tapi menyelamatkan pelaku

Setelah foto bersama, ia menengok sebelah kanan untuk menyapa jamaah. Syekh Ali Jaber melihat ada laki-laki berlari naik ke panggung dan langsung menusuk lengan kanannya. Pada saat itu, secara reflek ia menahan hujaman senjata tajam ke tubuhnya dengan tangan.

Setelah tikaman lepas dari tangan sebelah kanannya, Syekh Ali Jaber melihat jamaah ramai menghajar dan memukul pelaku. Karena merasa kasihan, ia langsung turun dari panggung untuk menyelamatkan pelaku. Syekh Ali Jaber mengatakan kepada jamaah agar bersabar, tahan,  dan tidak boleh main hakim sendiri. Betul dia bersalah tapi jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sama.

Setelah kejadian, pelaku penikaman langsung diamankan. Dia merupakan seorang pemuda berumur 24 tahun bernama Alpin Andrian Bin M. Rudi. Dia adalah warga Gang Kemiri, RT 33 Kelurahan Suka Jawa Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Menurut informasi yang beredar di media dan keterangan dari ayah pelaku, diketahui bahwa Alpin Andrian mengalami gangguan kejiwaan sejak 4 tahun lalu.

Terhadap informasi yang berkembang aparat kepolisian tidak langsung percaya. Pihak Kepolisian meyakinkan masyarakat bahwa pelaku penikaman akan diproses sesuai ketentuan yang ada. Informasi yang jujur dan berimbang akan diberi kepada masyarakat terkait motif dan latar belakang pelaku yang melakukan aksi penikaman secara terang-terangan dikhalayak ramai.

Waspada melaksanakan kegiatan keagamaan

Pemerintah melalui kementerian Kordinator  Politik Hukum dan Kemanan, Bapak Mahfud MD juga menyampaikan bahwa pelaku penikaman Syekh Ali Jaber akan diproses dan diadili. Masalah apakah ia sakit jiwa atau tidak biar hakim dan pengadilanlah yang memutuskan.

Kejadian ini tentu memberikan pelajaran bagi umat Islam Indonesia, agar tetap berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, apalagi menghadirkan dai-dai yang sudah terkenal luas. Standar pengamanan harus dilakukan dan yang tidak kalah pentingnya juga berkordinasi dengan aparat kepolisian setempat ketika melakukan kegiatan kegiatan keagaman atau tablig akbar.

Terhadap kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber beberapa hari lalu tentu kita patut bersyukur karena Syekh Ali Jaber masih sempat menenangkan jamaah agar tidak main hakim sendiri.

Peristiwa ini menunjukkan kepada publik bahwa meskipun nyawa terancam dan hampir dibunuh, masih bisa untuk tetap dengan kesabaran dan lapang dada. Syekh Ali Jaber dan jamaah tetap bisa menahan diri dari kesalahan yang lebih fatal apa lagi main hakim sendiri.

Kita tetap merindukan tausiyah dan nasehat yang menyejukkan dari Syekh Ali Jaber maupun dai-dai lainnya di negeri ini. Semoga pihak pemerintah dan aparat terkait tetap bisa memberikan rasa aman dan damai kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah dan syiar agamanya tanpa ada tekanan dan intimidasi dari pihak manapun.