Tanda-tanda kenabian dalam kitab Taurat

Agama Sanak 16-Nov-2020
dreamstime_s_40422670
Tanda-tanda kenabian dalam kitab Taurat © Evan Spiler | Dreamstime.com

Dalam sebuh hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari rahimahullah, sahabat Abdullah bin Amru bin Ash r.a pernah berkata, “Demi Allah. Baginda (Nabi Muhammad SAW) disifati dalam Kitab Taurat dengan sifat-sifat yang termaktub dalam al-Quran.”

Riwayat tentang Nabi Muhammad SAW

“Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pemberi kabar gembira, pemberi peringatan, dan menjaga kaum yang ummiy (tidak pandai baca dan tulis). Engkau hamba-Ku dan utusan-Ku, Aku memberimu nama al-Mutawakkil.”

“Nabi SAW bukanlah orang yang kasar dan keras, bukan pembawa onar di pasar, bukan yang membalas kejelekan dengan kejelakan, tetapi dengan memberi maaf dan lapang dada.”

“Allah tidak mencabut nyawanya kecuali setelah meluruskan agama Nabi Ibrahim a.s yang diselewengkan orang Arab, yaitu dengan ucapan La ilaha illallah. Baginda membuka mata yang terpejam, telinga yang tersumbat, dan hati yang tertutup.”

Diriwayat lain dikatakan tentang kejadian sebelum masa kenabian. Adalah sahabat Salamah bin Waqashi r.a yang bercerita mengenai salah seorang tetangganya yang beragama Yahudi di Madinah.

Dalam satu kesempatan, keturunan Bani Israil itu berbicara mengenai hari berbangkit, Kiamat, hari perhitungan, timbangan amal, Surga, dan neraka.

Jelasnya keberadaan nabi akhir zaman

Orang-orang musyrik yang mendengar perkataan tersebut mencelanya seraya berkata, “Celaka engkau. Lalu, apa tanda-tandanya?” Orang Yahudi itu pun menjawab, “Nabi yang akan diutus dari negeri ini (sambil menunjuk dengan tangannya ke arah Mekah).”

Salamah melanjutkan, “Demi Allah. Siang dan malam tak henti-hentinya berganti sampai diutusnya Nabi SAW. Beliau hidup di tengah-tengah kami dan kami pun beriman kepadanya. Rasa dengki dihapus karenanya.”

Kami pun berkata kepada orang Yahudi tersebut, “Wahai fulan! Bukankah percaya kepada Nabi SAW adalah hal  yang engkau sampaikan kepada kami.” Ia berkilah, “Bukan demikian.”

Beberapa riwayat di atas menggambarkan bagaimana jelasnya keberadaan nabi akhir zaman. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah SWT di dalam al-Quran.

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang, seakan-akan mereka tidak mengetahui.”

(Al-Quran surah al-Baqarah, ayat 101)

Dari sini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kedengkian akan menutupi hati dari kebenaran. Senyata apapun kebenaran tersebut akan ditolak ketika rasa dengki telah merasuki. Semoga Allah SWT menjaga hati kita untuk selalu tunduk dan patuh kepada-Nya.