Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Tangan di atas lebih utama

Masyarakat 26 Jan 2021
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Tangan di atas lebih utama
Tangan di atas lebih utama © Alexmax | Dreamstime.com

‘Tangan di atas lebih utama daripada tangan di bawah’. Kalimat tersebut sering kali terdengar tetapi masih banyak terjadi di kalangan saat ini justru orang-orang yang tanpa sadar menjadikan diri meletakkan tangan di bawah, meminta.

Tangan di atas lebih utama

Hadis Rasulullah SAW berikut ini, dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu anhu, Baginda bersabda:

“Tangan yang di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu, dan sebaik-baik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barang siapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya dan barang siapa yang merasa cukup maka Allah swt akan memberikan kecukupan kepadanya.”

(Hadis Muttafaqun ‘alaih)

Hadis tersebut sarat akan makna, tangan yang di atas dengan kata lain seseorang yang memberi, bersedekah. Sementara tangan yang di bawah berarti orang yang menerima, peminta.

Kedua hal ini tentu bertolak belakang dengan situasi yang berbeda, lantas apa yang terkandung dari hadis tersebut? tidak lain untuk mengajak kita untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap keadaan saudara dan merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah SWT.

Seringkali manusia lalai dengan keutamaan hadis tersebut bahwa seyogyanya tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.

Memberi lebih baik daripada meminta

Makna dari kata ini bahwa kita hendaknya membiasakan untuk bersedekah. Sekalipun kita dalam keadaan susah minimal mengurangi kebiasaan menjadi peminta, kecuali benar-benar terdesak.

Perilaku tangan di bawah ini pula sering menghantui pergaulan sehari-hari. Contoh saja ketika para ibu-ibu berbelanja di warung kecil. Sering kali menawar dan meminta dengan harga yang paling murah kepada penjual yang tidak diketahui bahwa dagangannya belum terjual sama sekali.

Namun karena takut tidak dibeli para penjualpun dengan berat hati akan memberikan harga rendah tersebut. Nah, sikap seperti inipula tanpa disadari bagian dari karakter tercela yang merugikan orang lain, menjadi peminta-minta.

Memberi lebih baik daripada meminta, kehidupan seseorang yang sederhana tetapi tidak membiasakan diri meminta kecuali diberi, tentu ini karakter yang baik sehingga bisa membatasi diri dari hawa nafsu menginginkan sesuatu yang tidak ia butuhkan.

Sebaliknya, orang yang berkecukupan membiasakan diri peduli dan memberi tanpa diminta terlebih dahulu tentu sangatlah dermawan. Semoga kita senantiasa saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan menghindari meminta kecuali benar-benar terdesak, aamiin.