Buletin SalamWebToday
Daftar untuk mendapatkan artikel SalamWeb Today mingguan!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Tawakal dalam ikhtiar

Islam untuk Pemula 21 Des 2020
Kkartika Sustry
Tawakal dalam ikhtiar
Tawakal dalam ikhtiar © Chingyunsong | Dreamstime.com

Tawakal bukanlah tindakan pertama ketika kita sedang dihadapkan pada suatu keinginan baik berupa peningkatan ekonomi, prestasi pendidikan, maupun kinerja dalam bekerja. Melainkan tindakan terakhir setelah ada ikhtiar dan doa.

Ketiga hal tersebut tidaklah patut untuk dipisahkan tetapi menjadi trilogi yang mesti diseimbangkan dan dilakukan bertahap.

Tawakal dalam ikhtiar

Tawakal tidaklah diucapkan secara lisan saja, namun tawakal adalah tindakan hati. Kita sering kali salah kaprah dalam mengartikan tawakal, meniadakan ikhtiar dan doa lalu memilih bertawakal.

Hal ini bukanlah tindakan yang tepat, ada saat yang tepat kita untuk bertawakal setelah ada ikhtiar dan doa. Seseorang yang menginginkan menjadi pengusaha kaya raya yang sukses tidaklah secara sim salambim jadi, tetapi perlu ikhtiar, doa dan tawakal.

Rasulullah saw bersabda terkait pemahaman tentang tawakal yang dianjarkan Islam. Suatu hari ada seorang  yang menanyakan kepada beliau mengenai apakah ia harus mengikat untanya lalu tawakal kepada Allah SWT atau melepaskan unta tersebut sambil bertawakal kepada Allah, lalu Rasulullah SAW menjawab:

“Ikatlah dahulu untamu itu kemudian baru engkau bertawakkal. ”

(Hadis riwayat at-Tarmidzi No. 2517, hasan)

Maksud hadis tersebut, sebagai umat muslim hendaknya kita melakukan ikhtiar dalam mendapatkan  sesuatu. Meski demikian, kita harus percaya bahwa ada Allah SWT yang menjaga seluruh alam jagat raya ini. Tetapi kita hendaklah tetap berusaha dan tidak berdiam diri atau membiarkan sesuatu secara pasrah tanpa ada usaha kita sebelumnya.

Ikhtiar, doa dan tawakal kepada Allah SWT

Korelasi antara ikhtiar, doa dan tawakal seseorang kepada Allah SWT, insya Allah akan mendapatkan hasil yang baik terhadap apa yang sedang dimunajatkan. Dalam menjalani kehidupan ini, hal manusiawi jika kita menginginkan kebahagiaan, kesuksesan dan kesejahteraan.

Namun, yang paling terpenting dalam merealisasikan hal tersebut adalah mengsinergikan antara ikhtiar, doa dan tawakal. Seseorang yang telah berikhtiar dengan sungguh-sungguh tidaklah cukup tanpa kita meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Alhasil ikhtiar yang kita lakukan akan selalu diiringi dengan perasaan gelisah dan kekhawatiran yang berlebihan. Berbeda dengan seseorang yang tetap berusaha semaksimal mungkin lalu diiringi berdoa kepada Allah SWT.

Maka nilai akhir dari keduanya tentulah dengan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT dengan kata lain bertawakal. Implementasi dari kata tawakal yakni dengan sabar menunggu ketetapan Allah atas apa yang kita harapkan.