Teladan Nabi Muhammad SAW sebagai suami

Pria Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Teladan Nabi Muhammad SAW sebagai suami
Teladan Nabi Muhammad SAW sebagai suami © Odua | Dreamstime.com

Membicarakan pribadi Nabi Muhammad SAW, tentu tidak berhenti pada tema bahasan mengenai tuntunan akidah dan ibadah umat muslim semata. Banyak aspek yang dapat dipelajari dari semua sisi kehidupan Baginda. Aspek-aspek ini termasuk aktivitas dan peranannya di dalam membantu para isteri-isteri beliau di ruang domestik.

Rasulullah SAW di dalam berbagai aspek hidupnya, boleh dikatakan sebagai contoh paling ideal bagi keluarga muslim dewasa ini. Sehingga Michael H. Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History mengatakan bahwa Rasulullah SAW menjadi sosok nomor satu yang paling berpengaruh.

Sebab, di sisi historis, peranan Nabi Muhammad SAW bukan hanya mengurusi bidang keumatan dan pemerintahan. Lebih dekat, beliau juga memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan keluarga harmonis.

Nabi Muhammad SAW di rumahnya

Salah satu dari sekian banyak aspek yang barangkali masih layak dibicarakan lebih jauh adalah sejauh mana keterlibatan Nabi Muhammad SAW dalam rumah tangga. Baginda tentu memiliki aktivitas tersendiri di ruang domestik, tepatnya mengenai adanya peran membantu tugas-tugas rumah tangga.

Sangat tidak logis jika dikatakan Rasulullah SAW tidak berinteraksi dengan isterinya dan tidak pula melakukan sesuatu di dalam rumah tangga beliau. Namun, Baginda justru ikut berperan aktif dalam melakukan tugas-tugas rumah tangganya.

Ini menandakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengurus persoalan keumatan. Baginda juga ikut mengambil bagian yang cukup penting melaksanakan tugas-tugas rumah tangga.

Abd Ḥamid Muḥammad Ghanam dalam Suluk al-Usrah al-Muslimah ‘ala Nahji al-abib Muhammad, bahwa Rasulullah SAW pada kondisinya memiliki beberapa orang isteri ikut membantu isteri dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Laki-laki yang baik pada keluarganya seperti yang dimaksud di dalam salah satu keterangan hadis Rasulullah SAW adalah laki-laki yang membantu melaksanakan pekerjaan rumah. Dan Baginda yang mulia tersebut justru turut memberikan contoh mengenai keikutsertaan Baginda di dalam kerja mengurus tugas-tugas rumah tangga.

Bukti keluhuran akhlak Rasulullah SAW sebagai suami

Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al-Hakam dari Ibrahim dari Al-Aswad dia berkata; saya bertanya kepada Aisyah r.a:

“Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ikut membantu pekerjaan rumah isterinya?” Aisyah menjawab; Beliau suka membantu pekerjaan rumah isterinya, apabila tiba waktu salat, maka beliau beranjak untuk melaksanan kan salat.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Dinyatakan dalam hadis di atas bahwa Rasulullah SAW dalam posisinya sebagai suami juga ikut membantu pekerjaan di dalam rumahnya. Ibn Hajar al-‘Asqalani menuturkan bahwa hadis ini juga seperti yang disebutkan dalam riwayat Ahmad, Ibn Sa’d dan dalam Shahih Ibn Hibban.

Rasulullah SAW di dalam rumah ikut menjahit bajunya sendiri, menambal sepatu, dan mengerjakan apa-apa yang dikerjakan oleh laki-laki lainnya di rumahnya.

Dari beberapa keterangan tersebut jelaslah bahwa Rasulullah SAW sebenar-benar suri tauladan bagi para suami dan kepala rumah tangga. Baik dalam hadis dan literatur sejarah kehidupannya membuktikan bahwa Baginda turut ikut mengambil peranan membantu isteri-isteri beliau dalam rumah seperti memasak, menjahit, menabal sepatu, dan tugas rumah tangga lainnya.

Harapannya, aspek historis terkait relasi keluarga yang diaplikasikan oleh Nabi Muhammad SAW pada isteri-isteri beliau sangat layak menjadi referensi untuk kemudian mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.