Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Tidak usah bermuka masam!

Psikologi 14 Feb 2021
Opini oleh Kkartika Sustry
Tidak usah bermuka masam!
Tidak usah bermuka masam! © Bangkok Click Studio | Dreamstime.com

Seni dalam bergaul banyak diajarkan diberbagai kalangan, bahkan Islam juga mengajarkan untuk berlemah lembut dengan orang lain juga menunjukkan wajah senyum sebagai bentuk saling menghargai satu sama lain.

Hanya saja, seringkali terjadi dalam situasi tertentu raut wajah yang tidak elok dipandang yang menyebabkan orang lainpun ikut berdosa. Seperti bersu’uzon (secara istilah artinya berburuk sangka) terhadap apa yang kita lakukan tanpa disadari dengan bermuka masam.

Usah bermuka masam!

Oleh karena itu, hendaknya sesama saudara saling menjaga sikap agar tidak menimbulkan prasangka yakni dengan bermurah senyum, menyapa dan tidak bermuka masam. Allah SWT berfiman dalam Quran, surah ‘Abasa ayat 1-10 pada potongan berikut:

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya.”

Pada ayat tersebut terdapat sebab diturunkannya. Bahwa sebagai teguran Allah Taala kepada Nabi Muhammad SAW atas sikapnya kepada salah satu umatnya yang memiliki ketidaksempurnaan fisik, yaitu buta.

Allah Maha Suci dari segala kekurangan, ia menegur sikap yang terlihat sepele dilakukan Rasulullah SAW terhadap umatnya. Hal ini agar ia tidak lalai dan terjadi pada umatnya yang lain.

Islam mengajarkan kepada umat Muslim untuk senantiasa saling menghargai dan tidak mengerdilkan orang lain. Artinya, kita diharapkan untuk tidak membedakan antar sesama dalam menyikapi dan memperlakukan orang lain, sekalipun ia tidak penting bagi kita.

Dengan demikian menjaga sikap dan menghargai orang lain agar tetap terjalin silaturahmi yang baik antar sesama. Bermurah senyum merupakan bagian dari ibadah yakni bersedekah.

Bermuka masam merugikan diri sendiri

Adakalanya seseorang sedang dirundung masalah lalu melihat wajah kita yang tersenyum terhadap ia. Boleh jadi itu sebagai hiburan bagi dia yang sedang terluka maka tidak disangka pahala bagi kita atas perbuatan ringan tersebut.

Bermuka masam bukan hanya merugikan orang lain tetapi tidak baik bagi diri sendiri. Karena hal ini justru membuat diri lebih depresi bahkan menutup pintu rezeki bagi diri.

Contoh dalam kehidupan ketika seseorang bertamu dan berniat memberi rezeki. Lalu kita bermuka masam bisa jadi akan mengurangi niat baiknya untuk berbagi rezeki dan memilih orang lain.

Islam mengajarkan untuk bermurah senyum, mengajak agar sesama saling merangkul sesama saudara seagama. Ketika selalu bermuka masam, dunia akan terasa sempit bahkan orang di sekitar pun tidak nyaman.

Oleh karena itu, bermuka masam bisa merugikan diri sendiri dan orang lain maka mari bermurah senyum untuk mendamaikan diri dan orang lain.