Tidur anjuran Rasulullah SAW

Kehidupan Kkartika Sustry 18-Okt-2020
dreamstime_s_192501538
Tidur anjuran Rasulullah SAW © Parkpoom4 | Dreamstime.com

Saat ini ada istilah yang sedang viral yaitu ‘Generasi Rebahan’. Maksudnya banyak sekali generasi yang menghabiskan waktu di kasur dengan baringan sambil menikmati gadgetnya. Hal ini juga tentu bukan pilihan yang baik jika tanpa tujuan yang jelas.

Maka dari itu, jadilah generasi yang bersemangat untuk selalu memikirkan manfaat untuk orang lain, menjadi manusia yang menyikapi waktu dengan baik. Kita butuh istirahat tetapi bukan berarti kita banyak menghabiskan waktu untuk istirahat.

Tidur malam dan aturan yang baik ketika tidur

Tentu malam lebih baik yang diberikan Allah SWT waktu malam untuk tidur. Gunakanlah waktu sebaik-baiknya tanpa mengambil waktu siang yang seharusnya untuk bekerja tetapi digunakan untuk tidur.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, dalam agama Islam ada aturan yang baik ketika tidur. Hal ini juga agar kita tidak berlebih-lebihan dan mengambil waktu istirahat secukupnya. Ditinjau dari hal demikian, kita bisa lihat bagaimana Rasulullah SAW tidur. Lalu apa saja yang dilakukan sebelum beliau tidur?

Sunah-sunah Rasul SAW yang bisa kita ikuti, tentu ini menjadi pahala bagi kita dan sangat bermanfaat, maka penting untuk kita perhatikan.

Bagaimana tidur yang dianjurkan Baginda?

Tidur dengan doa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT

Manusia kembali kepada Allah SWT, Sang Pemilik Segala-galanya. Maka dari itu, setiap kita melakukan sesuatu tentunya dengan selalu mengingat Allah termasuk ketika kita akan tidur. Hal yang kita lakukan dengan membaca doa dan meminta perlindungan dari Allah.

Tiga surah yang mesti kita baca yaitu al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas. Demikian juga kita mengucap istigfar sebelum tidur hal yang baik kita lakukan. Mengingat apa saja perbuatan yang kita lakukan di siang hari, maka mintalah pengampunan dari Allah SWT sebelum tidur karena pada saat tidur kita tidak tahu apa yang terjadi maka berlindunglah dan mohon penjagaan dari Allah swt dengan cara berdoa.

Tidur memiringkan tubuh ke sebelah kanan

Pada hadis Rasulullah SAW, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”

(Hadis riwayat Bukhari Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut bahwa kita dianjurkan untuk tidur memiringkan tubuh ke kanan tentunya banyak manfaatnya yaitu dengan mengistirahatkan organ tubuh yang posisi postur tubuh lurus agar tidak sakit leher. Selain itu, secara khusus bahwa jantung tetap aman dengan tidak ada beban dari organ tubuh yang lain.

Tidur di awal malam dan bangun di awal pagi

Rasulullah SAW juga melakukan tidur setelah Isya, agar segera terbangun untuk melakukan salat malam. Artinya, kita tidak dianjurkan untuk bergadang jika tidak ada hal yang mendesak kita lakukan, atau hanya untuk hiburan yang dikhawatirkan akan meninggalkan salat malam, bahkan salat Subuh.

Tidur memang tidaklah baik jika terlalu banyak karena akan mematikan hati kita. Maka perlu mengambil waktu secukupnya untuk tidur. Orang sukses dan ahli ibadahpun akan tidur hanya beberapa jam sehari sehingga tetap menjaga stamina untuk beribadah dan beraktifitas sehari-hari.

Berwudu sebelum tidur

Selaras dengan cara yang Rasulullah SAW lakukan adalah menjaga wudu, bahkan ketika tidur beliau tetap berwudu. Manusia hendaknya selalu berlindung kepada Allah SWT dan menjaga kesucian diri dari najis dan kotoran. Maka berwudu salah satu yang baik kita contoh dari Baginda.

Tidak menyukai tidur tengkurap

Nah, tentu berlawanan dengan kebiasaan baik Rasulullah SAW yaitu tidur dengan memiringkan badan ke sebelah kanan. Dalam hadis juga disampaikan ketika Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah melihat seseorang berbaring dengan posisi tengkurap, maka beliau pun bersabda:

“Ini adalah cara tidur yang tidak disukai Allah.”

(HR Ahmad)

Mengikuti sunah Rasulullah SAW, dengan tidur yang cukup sehingga menjadikan tubuh kita sehat, tidurlah dengan tidak lebih dari 8 jam dalam sehari. Hal ini agar kita tidak selalu berlebihan dalam melakukan sesuatu termasuk pada saat tidur.