Tiga golongan penuntut Ilmu menurut Imam Ghazali

Pendidikan Kkartika Sustry
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Tiga golongan penuntut Ilmu menurut Imam Ghazali
Tiga golongan penuntut Ilmu menurut Imam Ghazali © Sorrapong Apidech | Dreamstime.com

Setiap dari kita berhak untuk belajar, bahkan dalam Islam juga menjadi suatu keharusan bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. Hal ini agar kita menjadi insan yang berilmu dalam melakukan segala hal dan tidak lain semata-mata untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

Seiring perkembangan dunia saat ini, ilmu sudah menjadi hal yang mudah didapatkan dari berbagai media. Sumber-sumbernya ditandai dengan banyaknya lembaga pendidikan Islam mulai dari tingkat SD, SMP hingga ke perguruan tinggi.

Hanya saja hal demikian tetap menjadikan umat muslim untuk waspada dari tergelincirnya niat ketika menuntut ilmu agar tidak menjadi golongan yang merugi.

Tiga golongan penuntut Ilmu menurut Imam Ghazali

Dalam kitab ‘Bidayatul Hidayah’ oleh Imam Ghazali menyebutkan golongan para penuntut ilmu dengan melihat bagaimana kemanfaatan ilmu yang telah didapatkan para penuntut ilmu di masyarakat.

Menuntut ilmu karena Allah SWT

Seseorang yang menuntut ilmu supaya mendapatkan bekal agar bisa sampai ke akhirat. Dan tidak memiliki niat kecuali lillahi ta’ala dan akhirat, sehingga golongan ini disebut al-Faizin.

Menuntut ilmu untuk kehidupan dunia

Seseorang yang menuntut ilmu supaya mendapatkan kehidupan dunianya sehingga ia memperoleh kemuliaan, kedudukan, dan harta. Orang-orang ini ia sadar niatnya lemah dan termasuk golongan mukhotirin (orang yang mendekatkan dirinya kepada kehancuran).

Jika ia belum bertaubat sebelum ajalnya, dikhawatirkan adalah penghabisan yang buruk (su’ ul-khatimah) dan keadaanya menjadi berbahaya. Tetapi jika ia sempat bertaubat sebelum ajal tiba, lalu berilmu dan beramal serta menutupi kekurangan yang ada, maka ia termasuk orang yang beruntung.

Menuntut ilmu diperdaya setan

Seseorang yang terpedaya oleh setan. Ia gunakan ilmunya untuk memperbanyak harta, berbangga dengan kedudukannya dan menyombongkan diri dengan banyaknya pengikut. Ilmunya menjadi pijakan baginya untuk meraih dunia. Golongan ini juga termasuk binasa dan orang-orang yang tertipu.

Ilmu tidak bermanfaat menyia-nyiakan nikmat Allah SWT

Merunut pada ketiga golongan tersebut, tentunya umat muslim diharapkan untuk selalu memperbaiki niatnya dalam menuntut ilmu. Senantiasa menjaga diri untuk tetap pada golongan yang paling baik yaitu golongan pertama yakni menuntut ilmu semata-mata karena Allah SWT.

Hadis nabi dalam doanya, “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari amal yang tak diterima, dan dari doa yang tak didengar”.

Senada dengan hadis tersebut bahwa ilmu yang tidak bermanfaat akan menjadikan kita binasa. Hal ini kita lihat pada golongan ketiga yaitu seseorang yang menuntut ilmu tetapi terpedaya oleh bujuk rayu setan maka ilmunya tidaklah bermanfaat.

Dia hanya memikirkan diri sendiri, sehingga orientasi ilmu yang dia miliki juga demi mendapatkan kebahagiaan diri sendiri tanpa memikirkan kemanfaatan ilmu tersebut bagi orang lain.

Na’dzubillah min dzalik, semoga kita senantiasa saling mengingatkan satu sama lain dalam hal menuntut ilmu dan mengamalkannya sehingga terhindar dari golongan yang terpedaya oleh setan.

Jika kita enggan menuntut ilmu, maka kita akan menjadi jahil tanpa pengetahuan dalam beribadah. Seperti sebuah ruangan yang gelap tidak ada petunjuk dalam melakukan sesuatu.

Namun, jika kita menuntut ilmu dengan niat yang salah, tentu hal demikian tidaklah elok. Karena kita akan menjadi orang-orang yang merugi dan menyia-nyiakan nikmat dari Allah SWT.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.