Tinggalkan jejak dengan karya menulis

Kehidupan Bayu RI 15-Jul-2020
Anda bisa menulis? © Golfmhee | Dreamstime.com

Banyak orang berpikir bahwa menulis itu hanya untuk mereka yang terlahir sebagai penulis. Padahal sejak usia Sekolah Dasar (SD) kita pun telah mengenal pelajaran bahasa Indonesia yang pada momen tertentu para guru menugaskan siswa untuk mengarang.

Bahkan setelah liburan sekolah para siswa SD sudah diminta untuk menuliskan cerita tentang pengalamannya selama liburan. Pergi liburan ke tempat wisata, ke rumah nenek di kampung, berlibur ke pantai, kebun binatang, ke museum dan ke tempat-tempat tertentu yang menarik dikunjungi. Dalam kelas menulis tersebut tidak jarang ada yang mampu menulis kisahnya hingga beberapa halaman.

Untuk bisa menulis, di awali dengan kebiasaan membaca buku-buku yang bermanfaat dan memiliki nilai kehidupan dan nilai religius. Diperlukan menanamkan budaya membaca dan mencoba mempraktekkan apa yang telah dibaca. Di samping itu, pengalaman-pengalaman dalam dunia nyata juga bisa jadi bahan referensi yang dirangkai menjadi tulisan yang berkesan.

Seseorang yang  belajar menulis pernah mengatakan bahwa dia tidak memiliki pengalaman menarik ataupun masa lalu yang berkesan. Masa lalunya tidak bagus, keluarga berantakan, sekolah yang tidak kesampaian dan hanya bisa menjalani hobi yang menjadi hiburan ketika jenuh dengan kehidupan.

Terhadap hal ini, sesungguhnya dia telah memiliki bahan yang bisa dirangkai menjadi tulisan yang menginspirasi. Pengalaman yang tidak baik dan masa lalu yang buruk ketika dituliskan dengan bahasa sederhana dan santai justru akan bisa memberikan pelajaran berharga bagi pembacanya. Dan tulisan seperti ini tentu saja banyak diminati oleh pembaca.

Sebutlah Asma Nadia, seorang ibu rumah tangga yang memiliki segudang karya tulis. Dan tulisan yang mendominasi karyanya adalah kisah-kisah nyata kehidupan, kisah para bunda berbagi kebahagiaan, rasa sakit, kekuatan, momen indah bersama anak, kecemasan bahkan kehilangan. Dan banyak karyanya yang best seller karena ditulis mengalir berdasarkan kondisi realitas yang terjadi di masyarakat.

Lihatlah kepada generasi terdahulu, kita mendapatkan banyak karangan-karangan kitab luar biasa dari para penulis muslim saat itu. Imam Syafii r.a misalnya, sebagai salah satu imam mazhab fiqh pernah mengungkapkan bahwa ‘Ilmu itu bagaikan binatang liar, menulis adalah pengikatnya’. Kemudian, kita mengenal Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun, Al Biruni dan masih banyak lagi yang lainnya yang memiliki karya tulisan yang fenomenal yang tidak hanya diakui oleh dunia Islam, tetapi seluruh dunia.

Tulisan mampu membawa pengaruh luar biasa bagi kehidupan manusia. Dengan tulisan yang dibaca oleh banyak orang dan mampu memberikan motivasi kepada pembacanya untuk memperbaiki dari dan menjadi lebih baik, di situlah letak kepuasan dan amal jariyah seorang penulis. Ilmu yang disebarkan melalui tulisan akan terus abadi hingga akhir zaman.

Maka penulis dituntut untuk meluruskan niatnya dalam menulis. Jika niatnya sudah benar, maka dia akan berusaha semaksimal mungkin bertanggungjawab bahwa apa yang ditulisnya tidak bertentangan dengan kehendak  Allah SWT. Karena tidak dipungkiri masih banyak tulisan yang beredar yang bertentangan dengan tuntunan agama.

Agar memiliki jejak panjang dalam kehidupan, salah satu yang harus kita lakukan adalah menulis. Karya seorang penulis akan terus ada meskipun penulisnya telah tiada. Untuk itu langkah yang harus ditempuh agar goresan menjadi tulisan dan karya adalah pertama, meluruskan niat bahwa menulis adalah dalam rangka menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Kedua, mengatur jadwal menulis.

Berapa lama idealnya seseorang menulis? Seorang editor Penerbit Balai Pustaka Jakarta, Nanik Susanti pernah menyampaikan dalam sebuah seminar bahwa ‘satu jam sehari cukup, untuk menulis’. Ketiga, ketika ide dan gagasan dalam menulis mengalami kebuntuan janganlah berputus asa. Karena bisa jadi pada kesempatan lain ide dan gagasan tersebut bisa muncul kembali. Selamat berkarya dengan menulis. Tinggalkanlah jejakmu di dunia dengan menulis – Selamat menulis!