Tips bisa berdoa di Raudah

Agama Muhammad Walidin 14-Jul-2020
Sebagian ruangan Raudah dalam Masjid Nabawi © Ahmad Faizal Yahya | Dreamstime.com

Tujuan utama berziarah di Madinah adalah melakukan salat di Masjid Nabawi. Hal ini mengingat jaminan pahala dari Nabi Muhammad SAW bahwa salat di Masjid Nabawi lebih baik dari 1000 salat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram di Mekkah (Hadis riwayat Bukhari Muslim). Nah, bila anda sedang dalam perjalanan haji atau umrah, kesempatan emas ini janganlah anda sia-siakan.

Di samping pahala yang berlimpah, di Masjid Nabawi terdapat Raudah; tempat berdoa yang paling mustajab. Rasulullah SAW bersabda: “Di antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga.” (HR Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu, salat dan berdoa di Raudah merupakan idaman para peziarah. Hanya saja, untuk bisa salat dan berdoa di sini memerlukan perjuangan sebab luasnya yang hanya 144 meter persegi tidak sebanding dengan jutaan jemaah yang ingin masuk ke sana.

Saya tiba di Madinah setelah zuhur dan segera menuju ke Masjid Nabawi saat Asar. Setelah salat Asar, saya langsung explor masjid untuk mencari Raudah. Bila dari luar, Raudah akan berada di bawah kubah hijau. Bila dari dalam, carilah di tengah tengah bagian depan.

Luas dari arah Timur ke Barat sekitar sepanjang 22 m, dan dari Utara ke Selatan sepanjang 15 m. Di sebelah kiri terdapat kamar yang menjadi peristirahatan Baginda Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar r.a, dan Umar r.a, sementara bagian kanan terdapat Mimbar Nabi. Karpetnya sendiri berwarna hijau,sementara karpet non-Raudah berwarna merah.

Saya juga berbaris antri untuk masuk Raudah. Ada begitu banyak jemaah yang ingin salat di sini. Saya terdorong oleh jamaah dari belakang, semakin ke depan tapi tak menemukan ruang untuk salat. Akhirnya saya malah terdorong ke Jalan keluar sehingga meninggalkan Raudah tanpa sempat salat.

Gagal masuk Raudah selepas asar, saya berniat kembali lagi ke sini tengah malam. Tapi apa daya badan terlalu lelah setelah perjalanan 16 jam Jakarta-Istanbul-Madinah. Alhasil, saya terbangun saat hendak subuh. Saya tidak berespektasi tinggi bisa masuk Raudah selepas subuh ini. Saya hanya iseng tapi saya justru menemukan jalan lempeng menuju Raudah.

Ternyata, selepas subuh, para petugas menyiapkan koridor untuk jamaah wanita yang akan ke Raudah pada jam 7.00 pagi nanti.  Mereka memasang pembatas terpal putih untuk jamaah wanita. Oleh karena itu, jamaah pria mulai dibatasi untuk masuk. Mereka bisa keluar area Raudah tapi sudah tidak bisa masuk lagi. Saat inilah waktu yang tepat untuk menuju Raudah. Saat ini, kita  bebas berdoa dan berlama-lama di sini tanpa ada orang yang akan mendorong tubuh kita. Caranya?

Anda bisa saja salat subuh di bagian dalam tengah, kiri, atau kanan. Akan tetapi, bila salat subuh anda telah selesai, segeralah mendekati pintu Baburrahmah di bagian depan (bawah kubah hijau) dan masuk ke lurus menuju Raudah. Perjalanan anda akan semakin mudah bila anda masuk saat orang sedang melaksanakan salat jenazah. Anda bagai diberi jalan khusus menuju Raudah. Bersegeralah karena sebentar lagi koridor itu akan tertutup sempurna dan anda tidak akan bisa masuk lagi.

Keesokan harinya, saya kembali lagi melakukan hal yang sama pada waktu yang sama. Dan hasilnya adalah sama. Saya bisa masuk ke Raudah dengan mudah dan berlama-lama berdoa di sana. Tips ini hanya berlaku untuk jamaah pria. Saya belum tahu bagaimana cara yang mudah untuk masuk Raudah bagi jamaah wanita.