Tips hindari kebocoran data

Keamanan 09 Mar 2021 Kkartika Sustry
Kkartika Sustry
Tips hindari kebocoran data
Tips hindari kebocoran data © Nikolay Antonov | Dreamstime.com

Dunia semakin dewasa semakin canggih apalagi saat ini  hampir semua urusan dilakukan melalui jaringan internet dan serba digital. Kecanggihan tekhnologi ini pula membuat satu sama lain mudah berkomunikasi sekalipun jarak jauh.

Namun, ada hal yang menjadi ancaman jika kita tidak menggunakan tekhnologi tersebut dengan baik.

Tips hindari kebocoran data

Terlebih lagi jika terlena dan lengah sehingga bisa membahayakan data pribadi. Bagaimana tidak, akun sosial media seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube dan akun email yang cenderung menggunakan data pribadi sebagai akses awal untuk login.

Hal ini juga bisa dilihat secara publik jika kita mengaktifkan fitur tertentu. Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan data privasi kita agar terhindar dari kebocoran terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pembaca yang dirahmati Allah Taala, beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kebocoran data:

Pertama: Hindari mengklik tautan link atau email yang disebar secara ilegal

Mudah sekali seseorang mau menginput data pribadi kita dengan menyebarkan link yang memberikan informasi data tertentu. Oleh karena itu hindari mengklik link yang dikirim oknum tertentu artinya bukan dari situs resmi.

Kedua: Minimalkan jumlah data pribadi di sosial media

Data privasi yang tidak harus diketahui banyak orang, tidak perlu diekspos, karena hal ini akan memancing para peretas (hacker). Tulislah data secara umum saja di platform sosial media anda dan hindari menulis data pribadi seperti nomor telepon, NIK, rekening juga nama ibu kandung atau hewan favorit atau yanh bersifat privasi lainnya.

Ketiga: Ganti kata sandi secara berkala

Hal ini agar peretas kesulitan mengacak data pribadi kita, jika kita selalu mengecek data pribadi dan akun secara berkala.

Keempat: Lakukan verifikasi dua langkah

Setiap aplikasi dilengkapi dengan endskrip data yang bisa melindungi privasi akun pemiliknya. Maka dari itu, biasakan setiap akses untuk verifikasi dua langkah sehingga ketika hp atau email kita akan dibuka orang lain ada persetujuan dari akun utama kita.

Kelima: Buat kata sandi yang kuat

Artinya, ketika membuat akun maka tulislah kata sandi yang kuat sehingga tidak mudah ditebak maupun dilacak para peretas. Nah pada intinya, ketika kita berselancar di dunia digital, hendaknya diminimalisir mengekspos data pribadi agar lebih aman.

Memang kita tidak bisa menutup diri dari sosial media yang menjamur saat ini. Tetapi minimal kita tetap bisa memanfaatkan kecanggihan dunia maya ini dengan baik dan penuh kehati-hatian.