Tips menjadi penulis Muslim

Jiwa Muhammad Walidin 03-Nov-2020
dreamstime_s_137422504
Tips menjadi penulis Muslim © Airdone | Dreamstime.com

Ada banyak tips yang bisa dilakukan untuk menjadi penulis, tetapi menjadi penulis Muslim memiliki kekhasan tersendiri. Sebagai penulis, kita tidak hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri.

Sangat perlu disadari bahwa sejatinya kita tidak memiliki kekuatan apapun dalam segala hal, termasuk menulis. Semua kekuatan dan inspirasi hanyalah datang dari Allah SWT.

“Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”

(Surah Ghafir: 16)

Menulis? Yang harus ditata adalah niat

Pernahkan anda saat menulis kehabisan ide? Terjebak dalam kemalasan yang tak bertepi? Atau selalu tertimpa kesibukan lain sehingga aktivitas menulis terabaikan? Bila pernah, anda sebaiknya mengevaluasi ulang kedigdayaan anda.

Apakah sedemikian digdaya hingga melupakan Allah SWT? Dengan menganggap bahwa anda mampu menulis sendiri? Kalau demikian, mari kita evaluasi diri kembali dengan membaca kembali La hawla wala quwwata illa billah.

Tentu saja yang harus ditata adalah niat. Untuk apakah anda menjadi penulis? Menurut saya niat pertama adalah ibadah dalam rangka meningkatkan kualitas diri. Saat menulis adalah waktu yang tepat untuk menjelajah referensi.

Kita akan bertemu dengan khazanah yang luar biasa, baik klasik maupun modern. Sering kali saya meneteskan air mata saat membaca kisah sahabat yang membersamai Rasulullah SAW dalam suatu peristiwa.

Lain kali, saya terkagum-kagum dengan tokoh-tokoh; ilmuwan, sastrawan, dan pahlawan. Di lain kesempatan saya terpesona dengan keindahan sebuah kota atau negara. Semua hal itu membuat saya merenung memandang diri saya yang begitu kecil, gerangan kontribusi apakah yang bisa saya perbuat untuk ummat ini.

Libatkan Allah SWT dalam setiap kegiatan

Kemudian, selalu libatkan Allah SWT dalam setiap kegiatan anda. Caranya adalah dengan membaca basmallah di awal kegiatan. Ketika anda menyebut Dengan nama Allah, maka Allah bersama anda dan akan menuntun kegiatan anda secara produktif.

Langkah lanjutan dari pelibatan Allah SWT adalah melakukan aktivitas mengetuk pintu langit. Guru saya, Prof. Syihabuddin Qalyubi memberi nasehat kepada saya untuk selalu mengamalkan wirid al-Insyirah dan al-Waqi’ah setiap hari.

Wirid al-Insyarah adalah membaca sesering mungkin surah ke-94 dari al-Quran. Surah al-Insyirah atau ash-Sharh yang berarti ‘Kelapangan’ ini hanya terdiri dari 8 ayat dengan rima yang indah. Surat ini berkaitan dengan janji Allah SWT yang telah melapangkan Nabi Muhammad SAW dalam risalah dakwah.

Allah SWT selalu membuat penawar kemudahan setelah kesulitan. Dengan membaca kedua surat ini, kita akan mendapatkan kelapangan, kemudahan rizki, dan tentu saja pahala.  Setelah mengetuk pintu langit, mulailah mengetik sesuatu yang ingin anda sampaikan. Insya Allah,  ide-ide akan mengalir.

Menulis adalah akumulasi dari berbagai kegiatan

Agar seorang penulis eksis dalam dunia kepenulisan, ia haruslah faham dengan kaidah bahasa  standar, terutama penggunaan pola SPOK yang benar. Kedua, ia harus memiliki logika berfikir yang runtut dalam menyajikan tulisan. Ia juga harus menghindari stupid mistakes berupa kesalahan tulis yang tidak perlu. Dan terakhir, hindari plagiasi karena ia merupakan dosa besar dari aktivitas kepenulisan.

Sebagai penulis, anda juga menjadi bagian terdepan dalam menjaga marwah media  tempat anda bernaung (kalau bekerja pada salah satu media). Bila hanya menulis dalam blog pribadi, maka tulisan tersebut juga menjadi jendela untuk melihat diri anda sendiri. Menjaga eksistensi sebagai penulis maupun eksistensi media tempat bernaung/menulis adalah tanggung jawab penulis yang harus diperhatikan.

Terakhir, coba renungi kata-kata Bud Gardner, penulis The Chicken Soup for the Writer’s Soul. “Untuk menjadi penulis berhasil, menulislah setiap hari entah engkau menginginkannya atau tidak.”

Ya, ingatlah bahwa menulis adalah akumulasi dari berbagai kegiatan, seperti merenung, membaca, berfikir analitis, dan berlatih menulis. Pun juga merupakan kumpulan dari sikap tekun, pantang menyerah, dan konsisten. Tidak mudah, tapi sangat bisa dicapai!