Tips untuk menyambut bulan suci Ramadan

Puasa 16 Apr 2021 Asna Marsono
Pilihan oleh Asna Marsono
Tips untuk menyambut bulan suci Ramadan
Tips untuk menyambut bulan suci Ramadan © Maryana Kankulova | Dreamstime.com

Bulan suci Ramadan yang mulia dan suci telah pun mengetuk pintu kita. Dan setelah beberapa hari, bulan Ramadan dimulai dengan segala rahmat, berkat, pengampunan, dan keselamatan Allah Taala.

Untuk mendapatkan berkah dan kesejahteraan yang tidak terbatas ini, seseorang harus bersiap-siap untuk Ramadan mulai sekarang. Karena jika anda mempersiapkan diri dengan baik untuk tugas penting, setengah dari penyelesaian dan keberhasilan tugas itu tercapai.

Oleh karena itu, penting bagi semua muslim yang percaya untuk mengambil persiapan rohani penuh dari sekarang untuk mendapatkan semua manfaat Ramadan. Jadi berikut adalah beberapa tips untuk membantu anda bersiap-siap untuk bulan suci Ramadan.

Persiapan mental untuk bersiap-siap untuk Ramadan

Semua umat Muslim harus mulai berpuasa sebanyak mungkin dari bulan Syakban sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadan. Aisyah r.a berkata,

“Saya tidak melihat Rasulullah SAW menjalani puasa bulan apa pun selain Ramadan, dan saya tidak melihatnya berpuasa lebih dari bulan lain kecuali bulan Syakban.”

(Hadis riwayat Bukhari, Muslim)

Salat sunnah sebelum salat lima waktu adalah persiapan untuk melaksanakan salat wajib. Ini mempersiapkan dan mendorong pikiran untuk berdoa. Demikian pula beberapa hari berpuasa di bulan Syakban juga mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk puasa selama sebulan di bulan Ramadan.

Meninggalkan dosa dan bertobat untuk bersiap-siap untuk Ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan menerima rahmat Allah Taala. Jadi di bulan ini, semua orang cenderung menuju semakin banyak ibadah. Tetapi jika hati tidak terbebas dari dosa, tidak ada konsentrasi dalam beribadah.

Limpahan ampunan dan rahmat tidak akan diberikan kepada orang-orang yang penuh dosa. Ketika seseorang terlibat dalam dosa, ia dirampas dari kasih karunia ibadah.

Oleh karena itu, agar mendapatkan rahmat ibadah yang lebih di bulan Ramadan dan diberkati oleh Allah SWT, seseorang harus bertaubat dan menyerahkan segala dosa mulai sekarang.

Seseorang harus bertaubat kepada Allah Taala dengan hati yang murni dari dosa-dosa di masa lalu. Penting untuk mempersiapkan diri untuk terlibat dalam ibadah Tuhan yang besar dengan pengabdian kepada tubuh dan pikiran yang murni.

Berpenghasilan dan makan Halal dan jauh dari yang Haram

Salah satu syarat penting untuk mendapatkan rahmat ibadah yang diterima adalah mengambil makanan Halal dan menjauhi Haram. Karena salah satu prasyarat diijabahnya doa dan ibadah adalah jika hambanya memakan makanan yang Halalan Thoyyiban.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Taala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul.”

Allah Taala berfirman:

“Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’”

(Quran surah Al-Mu’minun, ayat 51)

Dan Allah Taala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.”

(Quran surah Al-Baqarah, ayat 172)

 

“Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.”

(Hadis riwayat Muslim, 1015)

Jadi, agar diterima dalam ibadah dan doa serta diselamatkan di akhirat, seseorang harus berpenghasilan dan makan rezeki Halal. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bahwa rezeki kita sepenuhnya Halal di bulan Ramadan.

Mempelajari aturan puasa dan mempersiap ibadah khusus Ramadan

Persiapan lain untuk Ramadan adalah mengetahui aturan dan peraturan puasa sebelum bulan Ramadan. Setiap upaya harus dilakukan untuk mengetahui aturan agar puasa Ramadan tidak keliru.

Saat ini tidak sulit untuk mempelajari aturan ini. Ada banyak video dan blog ulama dan ustadz online tentang aturan dan keutamaan puasa. Ini bisa menjadi sebuah keuntungan. Mereka yang memiliki lebih banyak waktu di tangan mereka untuk belajar dan membaca kitab yang berkaitan dengan Ramadan dan puasa.

Agar dapat melakukan ibadah khusus Ramadan dengan baik, perlu persiapan terlebih dahulu. Aksi terbesar Ramadan adalah berpuasa. Oleh karena itu, persiapan untuk puasa harus diambil dari bulan Syakban. Masalah bisnis, perdagangan, dan dunia lain harus diminimalkan sebanyak mungkin.

Tindakan khusus ibadah di bulan Ramadan adalah Taraweh. Melengkapi Al-Qur’an dalam  salat Taraweh juga merupakan bentuk ibadah yang berbeda. Untuk ini, kita harus mengambil pemikiran dan inisiatif mulai sekarang.

Aksi ibadah khusus lainnya di bulan Ramadan adalah melakukan I’tikaf. Dianjurkan agar tidak ada muslim yang kehilangan keutamaan I’tikaf. Persiapan mental harus diambil dari sekarang untuk melakukan I’tikaf dengan cara yang terkonsentrasi.

Apalagi menunaikan ibadah umrah di bulan Ramadan dan pemberian sedekah juga memiliki keutamaan khusus. Oleh karena itu, mereka yang mampu harus lebih banyak ber zakat di bulan Ramadan dan membuat niat umrah jika memungkinkan. Oleh karena itu, persiapan mental dan keuangan harus dilakukan mulai sekarang.