Toleransi beragama ala Iran

Timur Tengah 16 Des 2020 Muhammad Walidin
Opini oleh Muhammad Walidin
Toleransi beragama ala Iran
Toleransi beragama ala Iran © Fotokon | Dreamstime.com

Apa yang anda bayangkan tentang Iran? Pembangkang, nuklir, dan syiah mungkin akan masuk ke dalam pikiran anda. Pembangkang? Bisa betul karena Iran tidak mau tunduk dengan hegemoni Amerika.

Nuklir? Kita tinggalkan saja perdebatan ini karena mengandung unsur ketidakseimbangan.  Padahal negara-negara dewan kehormatan PBB; AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Tiongkok juga memiliki industri nuklir. Mengapa Iran selalu dicurigai?

Syiah? Betul, karena rerata muslim di sana adalah penganut Syiah dua belas imam. Lalu, adakah tempat bagi penganut agama lain?

Toleransi beragama ala Iran

Bila beberapa stigma negatif di atas masih menggelayut di fikiran anda, maka sebaiknya anda harus segera melakukan travelling ke Iran. Saya yakin, citra negatif Iran akan segera sirna dari fikiran anda, berganti dengan sebuah gambaran baru yang lebih komprehensif.

Iran adalah rumah yang nyaman bagi semua pemeluk agama. Di sini kita dapat dengan mudah menemukan masjid sebagai rumah ibadah untuk 99% muslim. Di samping itu, kita juga bisa menjumpai rumah ibadah lain seperti gereja untuk 79 ribu pemeluk Kristen, sinagog untuk 13 ribu penganut Yahudi, dan kuil api untuk 28 ribu penganut Zoroaster. Mari kita telusuri kecantikan rumah ibadah di Iran.

Masjid

Masjid-masjid di Iran merupakan masterpiece arsitektur Islam. Ciri utamanya adalah berkubah tinggi, lengkung penuh dekorasi asimetris dan geometris, berpilar kokoh, serta warna warni ubin dan mozaik kaca baik untuk eskterior maupun interior.

Adapun masjid yang wajib dikunjungi saat ke Iran adalah masjid Imam dan masjid Lotfullah di Isfahan, Nasirul Muluk, Shah Cerachg, Vakil di Shiraz, dan Agha Bozorgh di kota Kasan. Semua sepakat, inilah antara masjid-masjid tercantik di dunia.

Gereja

Di sebuah distrik tertua Teheran; Chaleh Meidan, anda bisa mengunjungi gereja Saint Tatavous. Gereja ini dibangun pada masa pemerintahan dinasi Qajar. Bila ingin eksplorasi gereja lebih lanjut, anda bisa datang ke Shiraz.

Di sana ada gereja Armenia dan gereja St. Simon. Keindahan arsitektur Safawi tergambar pada gereja Armenia yang dibangun pada masa Shah Abbas II. Sementara gereja St. Simon juga tak kalah indah karena mengusung arsitektur Persia kombinasi dengan gaya Romawi pada atapnya. Sebuah gereja tak kalah tuanya terdapat di Isfahan bernama Vank Cathederal.

Gereja  terbesar dan terindah di Iran ini merupakan karya Shah Abbas I dari dinasti Safawi. Lukisan cantik yang menghiasi dinding gereja tetap terjaga hingga kini. Di samping Vank Catederal, banyak juga gereja lain di Isfahan. Ingat, Isfahan adalah kota kosmopolitan pada masanya.

Sinagog

Iran memperlakukan penganut Yahudi dengan baik. Di sini terdapat komunitas Yahudi terbesar kedua di  Timur Tengah. Menurut Siamagh Morsadegh, salah satu politisi Yahudi Iran, Yahudi di Iran dilindungi konstitusi dan semua aktivitas terjamin.

Yahudi di Iran lebih baik bila dibandingkan Yahudi di Eropa. Bahkan di Teheran saja terdapat 20 Sinagog, belum lagi di provinsi lain. Iran memang membenci Israel, tapi tidak membenci Yahudi.

Kuil Api

Kuil api adalah tempat ibadah bagi penganut agama Zoroaster atau Majusi. Agama ini telah ada sejak 1200 Sebelum Masehi dan menjadi agama asli orang Persia. Kejayaan Zoroaster terjadi pada Kerajaan Sassaniyah; sebuah kekaisaran Persia pra-Islam (224-651 Masehi).

Zoroaster juga dilindungi dari deskriminasi  sebagaimana termaktub dalam pasal 12 konstitusi Iran. Memang tidak banyak lagi kuil api yang dibangun seiring menyusutnya komunitas ini. Namun, kuil api di kota tua Yazd masih ramai dikunjung oleh pemuja api.

Nah, walaupun Iran terkesan sangar di telinga umum akibat media yang berat sebelah, ternyata Iran menyimpan keindahan toleransi yang tinggi. Harmony in diversity menjadikan Iran indah untuk dikunjungi.