Tren Hijabers yang menjamur

Gaya 28 Feb 2021 Merry Lestari
Opini oleh Merry Lestari
Tren Hijabers yang menjamur
Tren Hijabers yang menjamur © Odua | Dreamstime.com

Menutup aurat merupakan salah satu kewajiban umat muslim, terutama bagi seorang wanita yang telah akil balig. Wanita muslimah wajib menutup auratnya yaitu dengan menggunakan hijab atau jilbab.

Karena selain sebagai sebuah kewajiban, menggunakan hijab bagi seorang perempuan muslim juga sebagai cara untuk menjauhkannya dari pandangan yang mengundang hawa nafsu lawan jenisnya.

Namun nampaknya dewasa ini, tren hijab semakin menjamur di tengah masyarakat. Bukan hanya cara berhijab yang dianjurkan oleh agama saja, akan tetapi tren hijab yang ada semakin beragam.

Istilah Hijabers menjadi sebuah tren di tengah masyarakat

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju seperti saat ini, khususnya dibidang fashion yang bahkan ikut merambah hingga ke cara berhijab yang fashionable dan modern.

Keadaan tersebut akhirnya memunculkan istilah baru di kalangan perempuan-perempuan muslim yang ingin berhijab namun tetap terlihat fashionable atau hijab modern, yaitu istilah hijabers.

Karena seringkali kita temui orang-orang yang menganggap bahwa hijab atau jilbab itu  kuno, tertutup, tidak fashionable dan menghambat aktivitas, terutama bagi wanita karir.

Dengan adanya tren hijab modern saat ini, kaum wanita yang berhijab atau berjilbab tidak perlu khawatir terlihat kuno saat menggunakan jilbab. Karena saat ini penggunaannya telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk membuat kaum wanita terlihat lebih modis, elegan dan femimin.

Kaum wanita hijabers atau hijabistas ini bijak memodifikasi tampilannya dengan busana muslimah, celana jeans, serta aksesoris lainnya.

Tren Hijabers yang menjamur dalam pandangan Islam

Jilbab atau Hijab awalnya adalah sebuah benda yang kemunculannya akibat dari aturan syariat Islam. Yang artinya kemunculan ide budaya berjilbab atau berhijab adalah berasal dari hukum Allah SWT yang jelas.

Ini sudah diberi definisi dan ketentuan apa yang dimaksud, dan dalam kadar seperti apa sesuatu bisa disebut sebagai sebuah Jilbab atau Hijab atau Kerudung. Adapun ketentuan menggunakan jilbab yang sesuai dengan syariat aatau ajaran agama Islam yaitu:

  1. Menutup seluruh badannya
  2. Tidak boleh termasuk bagian dari perhiasan atau idak berfungsi sebagai perhiasan
  3. Kainnya harus tebal, tidak tipis
  4. Longgar dan tidak ketat agar tidak menampakkan bagian atau lekuk tubuhnya
  5. Tidak diberi parfum atau wewangian
  6. Harus tidak menyerupai laki-laki
  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah saya lihat sebelumnya,…dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang….wanita-wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak pula mencium aromanya. Padahal aroma surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian.”

Ikuti cara penggunaan hijab yang sesuai syariat Islam

Namun, cara pemakaian busana muslim hijab dan jilbab yang banyak kita temui saat ini justru sebenarnya tidak sesuai dengan syariat agama Islam. Banyak sekali kaum wanita (para hijabers) ini yang justru tampil berlebihan.

Seorang hijaber cenderung menggunakan berbagai macam aksesoris, pakaian press body (ketat), pakaian berbahan tipis (transparan). Juga jilbab yang pendek dan justru tidak menutupi bagian tubuh yang menjadi aurat.

Hal ini menunjukkan bahwa kaum wanita menggunakan hijab pada saat ini lebih mementingkan perkembangan mode agar terlihat fashionable, tidak kuno, out of date, dan ketinggalan zaman. Berbanding menutup auratnya dengan benar dan mengikuti cara penggunaan hijab atau jilbab yang sesuai dengan syariat Islam.