Tujuh golongan mendapat naungan Allah SWT di Akhirat

dreamstime_s_180736298
Tujuh golongan mendapat naungan Allah SWT di Akhirat © Sonyasgar | Dreamstime.com

Rukun Iman yang keenam adalah percaya kepada Hari Akhir, yakni Hari Kiamat. Tidak sah iman seorang muslim atau muslimah jika tidak percaya dengan rukun iman yang terakhir ini. Hari kiamat pasti datang namun tidak ada satupun yang bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat kecuali Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW ketika ditanya kapankah Hari Kiamat datang? Baginda tidak menjawab, melainkan memberikan nasehat – jangan tanya kapan kiamat datang, namun tanyakan apa yang telah dipersiapkan ketika hari kiamat itu datang? Kualitas ibadah, kualitas amal saleh, bacaan al-Quran.

Tujuh golongan mendapat naungan Allah SWT di Akhirat

Pada hari Kiamat semua orang sibuk dengan dirinya masing-masing, merasa takut, mengerikan, dan berlari kesana kemari untuk menyelamatkan diri. Al-Quran banyak mengisahkan sesuatu yang terjadi pada hari itu.

Ayat-ayat itu di antaranya adalah surah at-Takwir ayat 1-6, al-Haqqah ayat 13-16, al-Zalzalah ayat 1-3, al-Infithar ayat 1-3, dan al-Qari’ah ayat 4-5. Bumi akan mendapat goncangan dahsyat, gunung-gunung meletus, langit terbelah, lautan meluap beserta isinya.

Hari itu merupakan hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah SWT. Semua makhluk hidup akan mati kecuali Allah saja, itulah sejatinya hari pembalasan amal kebaikan dan kejahatan dimulai. Hari itu disebut juga Hari Perhitungan.

Nabi Muhammad SAW diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwa ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan (pertolongan) Allah SWT di Akhirat kelak:

Imam yang adil

Imam adalah seorang pemimpin. Seorang pemimpin tidak mudah memberikan keadilan kepada rakyatnya. Namun, jika ia berusaha semaksimal mungkin dan takut kepada Allah SWT, maka insya Allah ia akan mampu berlaku adil.

Pemimpin bukan saja seorang presiden atau walikota atau gubernur saja, namun setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang ayah pemimpin bagi keluarganya, seorang bos pemimpin bagi karyawannya, seorang istri pemimpin bagi anak dan harta suaminya.

Seorang pemuda ahli ibadah

Masa muda masa yang berapi-api, tidak banyak pemuda yang mencintai ibadah, zikir, belajar dan sebagainya. Masa muda sering mengedepankan ego semata, hura-hura dan malas untuk beribadah. Maka anak muda yang ahli ibadah mendapat perhatian khusus dari Allah SWT.

Seseorang yang hatinya tergantung dengan masjid

Memakmurkan masjid, menghidupkan kegiatan-kegiatan di masjid, hatinya terpaut dengan masjid.

Dua orang yang mencintai karena Allah SWT

Cinta kerap kali membuat orang lupa akan Allah SWT. Namun, orang yang mencintai karena Allah dan berpisah juga karena-Nya, orang semacam ini akan menjadikan cintanya sebagai ladang ibadah kepada Allah.

Seseorang yang diajak berzina, namun ia takut kepada Allah SWT

Berzina adalah dosa besar, orang yang mampu menghindarinya akan mulia di mata Allah SWT. Terlebih lagi jika ia mampu menolak ajakan seorang wanita cantik, bangsawan dan menggoda untuk mengajaknya berzina. Seperti kisah nabi Yusuf a.s dan Zulaikhah.

Seseorang yang sedekah lalu menyembunyikan sedekahnya

Sedekah yang disembunyikan lalu menjaga hatinya dari sifat ujub, jauh lebih baik. Sebab hanya Allah SWT dan dirinya saja yang mengetahui ia bersedekah.

Seseorang yang berzikir kepada Allah SWT saat sepi lalu ia meneteskan air mata

Menyerah jiwa raga, hidup mati hanya untuk Allah SWT saja. Orang yang bertakwa kepada Allah di manapun berada.

Demikianlah, tujuh golongan yang mendapat naungan Allah SWT. Mudah-mudahan kita termasuk satu di antaranya atau ketujuh-tujuhnya.