Tumbuhan bisa berkomunikasi – benarkah?

Pendidikan Sanak
Pilihan oleh Sanak
Tumbuhan bisa berkomunikasi - benarkah?
Tumbuhan bisa berkomunikasi - benarkah? © Szefei | Dreamstime.com

Judul di atas pastilah sedikit aneh, bahkan mungkin ada yang menolak mentah-mentah. Wajar, karena kemampuan berkomunikasi tumbuhan masih menjadi misteri hingga fakta ilmiah menjawabnya.

Indikasi tumbuhan berkomunikasi

Dalam pengamatan sehari-hari, kita bisa melihat beberapa tumbuhan yang sangat peka terhadap cahaya dan juga gerakan. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa tumbuhan memiliki indra layaknya manusia dan hewan. Namun bagaimana dengan penciuman dan komunikasinya?

Adalah Profesor Monica Gagliano bersama timnya di University of Western Australia yang melakukan penelitian tentang hal ini. Eksperimen yang mereka lakukan pada tumbuhan cabai dan jagung menghasilkan kesimpulan yang mengejutkan.

Pertama, tanaman cabai merespon bau yang dikeluarkan oleh tumbuhan adas manis. Benih cabai yang lebih jauh dari adas manis akan berkecambah lebih cepat dibandingkan benih cabai yang berada dekat dengan tumbuhan beraroma itu. Sedangkan cabai yang dilindungi dari tumbuhan adas manis menunjukkan pertumbuhan tercepat.

Kedua, tumbuhan jagung bisa merespon suara. Ia menguji tanaman jagung dengan speker yang diatur frekuensinya pada 200 Hertz di bawah air. Setelah diamati, ternyata akar tumbuhan jagung mendekati sumber suara tersebut.

Suara tumbuhan

Jika dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tumbuhan bisa merespon suara, lantas bisakah makhluk hidup itu mengeluarkan bunyi sendiri?

Pertanyaan ini akhirnya terjawab dalam sebuah jurnal ternama, Journal of Plant Molecular Biologies. Profesor William Brown yang melakukan penelitian bersama timnya mendapati bahwa tumbuhan-tumbuhan mengeluarkan detak suara atau getaran ultasonik. Butuh waktu tiga tahun untuk mereka menemukan fenomena ini.

Selanjutnya sumber suara dari tumbuhan ini diubah menjadi gelombang elektromagnetik yang bisa ditampilkan dalam layar monitor, osiloskop. Denyut cahaya elektrik terus berkedip 1000 kali dalam setiap satu detik. Anehnya, jika diamati secara seksama, gasis-garis cahaya itu membentuk lafaz Allah SWT pada layar. Ma syaa Allah.

Tumbuhan bertasbih

Profesor William Brown dan timnya tidak memahami kenapa lafaz Allah Taala itu muncul di layar osiloskop. Hingga seorang ilmuwan muslim memberitahunya dengan sebuah ayat Alquran.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan, tak ada suatu pun melainkan bertasbih dan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya, Dia adalah Maha penyantun lagi maha penyayang.”

(Quran Surah Al-Isra’, ayat 44)

Setelah mendengar jawaban ilmuwan muslim tersebut, Profesor William Brown mempelajari Islam lebih dalam. Hidayah masuk ke relung hatinya, hingga tak berselang lama, ia mengucapkan syahadatain.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.