Ummu Sulaim r.a, cinta berbuah Surga

Kepercayaan Sanak 28-Agu-2020
dreamstime_s_176275379
Cinta berbuah Surga © Kloeg008 | Dreamstime.com

Penyabar, cerdas, dan pemberani adalah sifat mulia yang melekat pada wanita mulia ini. Dialah Rumaysha binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Hiram bin Jundab bin ‘Amir bin Ghanam bin ‘Adie bin an-Najaar al-Anshariyah al-Khazrajiyah atau yang lebih dikenal dengan Ummu Sulaim r.a.

Ummu Sulaim r.a termasuk di kalangan orang yang pertama masuk Islam dari kaum Anshar.  Namun sayang, suaminya Malik Ibnu Nadhar menentang keyakinannya dan mati dalam keadaan musyrik.

Cahaya Islam yang telah masuk ke hati tidak berhenti berpendar. Ummu Sulaim r.a membimbing anaknya, Anas bin Malik r.a untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Tak sampai di situ, wanita yang juga diberi gelar Ghumaisya ini menyerahkan putra kesayangannya itu untuk menjadi pelayan Rasulullah SAW.

Kemuliaan dan kebaikan Ummu Sulaim r.a terdengar di telinga Abu Thalhah r.a, seorang hartawan di Kota Madinah. Lelaki yang masih kafir itu datang dengan  mahar yang cukup besar untuk meminang Ummu Sulaim. Sebagai da’iah yang cerdas, Ummu Sulaim tak silau dengan harta, kehormatan, dan kegagahan. Dia menolak semuanya dan hanya menginginkan keislaman Abu Thalhah.

Lalu Abu Thalhah datang kepada Rasulullah SAW dan mengabarkan apa yang telah dikatakan oleh Ummu Sulaim r.a terhadapnya. Abu Thalhah r.a pun akhirnya menikahi Ummu Sulaim dengan mahar yang telah dipersyaratkan, yakni keislaman.

Buah cinta Ummu Sulaim r.a dan Abu Thalhah r.a, Allah SWT mengaruniakan seorang bayi laki-laki tampan yang diberi nama Abu Umair.  Besarnya kecintaan mereka berdua kepada anaknya tak bisa diungkapkan. Namun ketentuan Allah SWT berkendak lain, bocah itu jatuh sakit kemudian berpulang ke rahmatullah untuk selama-lamanya.

Abu Thalhah r.a masih belum mengetahui kematian anaknya karena masih sibuk mencari nafkah. Sang ibu yang beriman dan penyabar itu pun menerima kematian anaknya dengan hati penuh keridhaan dan kepasrahan. Ia pun bangkit untuk memandikan, mengafani, dan merawat jasad anaknya tersebut.

Ketika sang suami tercinta telah pulang dari bekerja, Ummu Sulaim r.a pun telah mengeringkan air mata duka di kedua matanya. Ia menyambut kedatangan sang suami dan mempersiapkan hidangan makan malam untuknya serta melayani dengan sepenuh hati.

Ketika malam telah larut, Ummu Sulaim r.a baru memberi tahu suaminya tentang kabar duka tersebut. Abu Thalhah r.a yang merasa dibohongi tidak mampu menahan diri. Dengan perasaan marah, dia melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW yang telah mengetahui kejadian itu, mendoakan keduanya. Akhirnya mereka diberi karunia seorang anak lagi yang diberi nama dan ditahnik langsung oleh Rasulullah.

Kerberkahan yang diterima Ummu Sulaim r.a tidak hanya di dunia saja tetapi juga janji dari Nabi Muhammad SAW. Dari Jabir bin Abdullah r.a, bahwa Rasulullah bersabda: “Ketika aku masuk Surga, tiba-tiba di sana aku melihat Rumaysha, istri Abu Thalhah…” (Hadis riwayat Bukhari)

Tidak ada cita-cita tertinggi selain masuk Surga, dan Ummu Sulaim r.a telah mendapatkannya. Karena janji Allah SWT dan Rasul-Nya pastilah benar.