Umur sejarah sebuah masyarakat dan kebangkitan Islam

kaaba
Umur sejarah sebuah masyarakat dan kebangkitan Islam © Sufi70 | Dreamstime.com

“Itulah hari-hari (kemenangan dan kekalahan) Kami pergilirkan di antara umat manusia.”

(Surah al-i Imran, 3:140)

Begitulah Allah SWT menuturkan kepada kita sebuah sunah yang kemudian menjadi hukum sejarah; bahwa kemenangan dan kekalahan adalah piala kehidupan yang dipergilirkan Allah kepada semua masyarakat manusia.

Umat Islam tidak pernah mengalami kematian ras

Maka kita kemudian menyaksikan fakta sejarah seperti ini; bahwa setiap bangsa mengalami proses jatuh bangun dalam sejarah kehidupannya. Dan umat Islam bukan merupakan pengecualian dari fakta ini.

Ibnu Khaldun bahkan menyatakan bahwa masyarakat atau bangsa itu sama seperti individu; sama-sama melalui tahapan perkembangan kehidupan dari kelahiran, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, masa tua dan kemudian mati.

Akan tetapi kematian masyarakat sejarah selalu mempunyai dua dimensi; kematian ras dan kematian budaya. Kematian ras berarti masyarakat itu memang punah seperti yang dialami umat Nabi Luth.

Manakala kematian budaya berarti bahwa ras masyarakat itu masih ada, tapi peran budaya dan peradabannya sudah habis. Misalnya masyarakat Yunani yang dulu pernah melahirkan sejarah besar dengan Socrates, Plato dan Aristotelesnya kini hanya menjadi tempat wisata.

Umat Islam memang tidak pernah mengalami kematian ras. Karena agama ini ada pada semua ras. Tapi ia bisa mengalami kematian budaya dan peradaban. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap umat itu ada ajalnya, dan ajal umatku adalah seratus tahun. Maka jika ajalnya tiba, datanglah kepadanya apa yang telah dijanjikan Allah untuknya.”

Saat-Saat kebangunan sejarah Islam

Sekarang marilah kita melihat sejarah kita. Marilah kita melihat saat kebangunan sejarah kita. Masa kenabian Rasulullah SAW hanya 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Tapi dalam rentang waktu itu Islam yang semula hanya dimulai dari Baginda kemudian dapat menguasai seluruh jazirah Arab.

Bahkan beberapa saat sebelum Beliau wafat, Baginda telah membentuk sebuah pasukan yang akan berangkat ke luar jazirah Arab untuk menyebarkan nilai-nilai Islam. Lalu pada masa keempat Khulafa ur-Rasyidin yang berlangsung hanya 30 tahun, Islam telah meruntuhkan kerajaan Persia dan menguasai seluruh wilayah yang menjadi subordinat Romawi.

Agama Islam telah menguasai daratan Iran, Irak dan Azerbijan yang menjadi pintu gerbang ke wilayah Asia. Sehingga Islam bahkan telah sampai ke Cina pada masa Utsman bin Affan r.a.

Islam telah membebaskan wilayah Syam yang menjadi pintu gerbang menuju ke Eropa dan menguasai Mesir yang menjadi gerbang menuju Afrika. Jadi, pada 50 tahun pertama, Islam telah menguasai wilayah seluas itu.

Begitulah Islam terus berkembang, baik pada jumlah pemeluknya maupun pada luas wilayahnya. Dan puncak dari semua prestasi perluasan itu adalah penaklukan Konstatinopel pada abad ketujuh Hijriah di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih Murad.

Dan usia peradaban sejarah kita berlangsung sampai 1000 tahun (1 millenium).