Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Usaha dan keberhasilan, harapan tetap ada

Masyarakat 29 Jan 2021
Terbaru oleh Komiruddin
Usaha dan keberhasilan
Usaha dan keberhasilan © Anekoho | Dreamstime.com

Usaha adalah suatu keharusan bahkan suatu kewajiban dalam mencapai keinginan dan cita-cita. Mereka yang ingin sukses meraih mimpi dan menggapai cita-citanya harus berusaha.

Tidak ada keberhasilan tanpa usaha. Demikian kata-kata hikmah yang sering kita dengar.

Usaha dan keberhasilan

Apabila seorang siswa yang ingin naik kelas, ia harus belajar pada malam ujian. Seorang pelamar ingin diterima bekerja, ia harus mengajukan lamaran dan mengikuti test pada waktu yang ditentukan.

Jika seorang pemancing ketika menginginkan pancingnya dimakan ikan, maka ia harus memberi umpan dan melontarkan pancingnya. Seorang  bujang yang ingin mendapatkan jodoh dia harus mencari, melihat-lihat, membuat biodata, mengajukan dan membuka ruang hatinya

Namun harus diingat bahwa setiap usaha harus yang diharapkan keberhasilannya wajib dilakukan secara maksimal dengan meyakini bahwa ketentuan ada pada Allah Taala. Bisa jadi usaha itu kecil tapi itulah maksimal yang dapat dilakukan, yang dengannya Allah memberikan keberhasilan.

Mari kita merenungkan sebuah episode dalam kehidupan ibunda Maryam. Ketika ia mengandung Isa Al-Masih ia mengasingkan diri ke tempat yang jauh. Ketika ia merasakan sakit hendak melahirkan ia sandarkan dirinya pada sebatang pohon kurma.

Ia begitu kepayahan karena tidak ada yang menolongnya. Sepertinya mati baginya lebih diharapkan, karena dengannya ia terlupakan.

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.”

(Quran surah Maryam, ayat 23)

Dengan usaha, harapan tetap ada

Sesaat setelah ia melahirkan, Allah SWT memerintahkannya untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma. Dapat dibayangkan, badan yang lemah setelah melahirkan, rasanya mustahil dapat menggoyangkan pohon yang demikian besar dan kuatnya itu.

Tapi perintah itu ia laksanakan semaksimal mungkin. Ia goyang pohon kurma itu dengan sisa tenaga yang ada. Dan hasilnya buah kurmapun berjatuhan walau pohon kurma tak bergoyang sedikitpun.

Tapi itulah syariat yang Allah SWT inginkan, yaitu melakukan usaha, walau sepertinya mustahil. Namun, dengan usaha itu Allah berkehendak menjatuhkan buah korma yang masak.

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,”

(Quran surah Maryam, ayat 25)

Jadi, lakukanlah usaha semaksimal mungkin. Sebab hanya dengan usaha, keberhasilan dapat diraih. Hanya dengan usaha harapan itu tetap ada.