Visi dan misi manusia

Kehidupan Komiruddin 15-Sep-2020
dreamstime_s_85712151
Visi dan misi kehidupan © Crazy Media | Dreamstime.com

Hidup ini antara visi dan misi. Visi adalah gambaran dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan, baik itu tujuan perorangan atau pun kelompok. Ibarat seseorang yang ingin membangun sebuah rumah, tentu dalam benaknya bentuk dan model rumah itu sudah terbayang bahkan tervisual dalam bentuk maket. Sedangkan misi adalah cara untuk mencapai tujuan dan keinginan tersebut.

Masing masing manusia memiliki visi dan misi dalam kehidupannya. Tentu visi dan misi tersebut berbeda antara seseorang dengan lainnya, sesuai latar belakang pendidikan, sosiologi, ideologi dan lain sebagainya.

Ada orang yang visi hidupnya adalah meraih kesenangan duniawi dan memuaskan syahwat manusiawinya,  sehingga seluruh kehidupan dan cita citanya adalah untuk bersenang senang. Mereka ini layaknya binatang dan bisa jadi lebih hina darinya.

“Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (Surah Muhammad : 12). Ada orang yang visi hidupnya membuat kekacauan di muka bumi. Sehingga dia akan merasa bahagia bila melihat orang lain susah dan menderita.

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”  (Surah al-Baqarah : 205-206)

Namun ada juga yang memiliki visi yang luhur,  obsesi yang jauh menembus sekat-sekat dunia. Yaitu mereka yang mencari rida Allah SWT,  dan meletakkannya sebagai timbangan dalam semua aktivitas kehidupan. “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”(Surah al-Baqarah : 207)

Mereka adalah orang orang yang menjadikan kebahagian Akhirat sebagai tolak ukur setiap amal. Sehingga visi ini yang mewarnai misi hidupnya. “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Surah al-Baqarah : 201)

Mewarnai misi hidupnya sebagai pribadi atau sebagai sosok yang hidup  dilingkungan keluarga, masyarakat dan di tengah komunitas lainnya. Sebagai pribadi misinya adalah pengabdian total terhadap Allah SWT dengan menjadikan seluruh aktivitas hidup bernilai ibadah. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Surah ad-Dhaariyat : 56)

Sebagai kepala keluarga,  misinya adalah menyelamatkan seluruh anggota  keluarga dari jilatan api neraka. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (Surah at-Tahrim : 6)

Sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat, misinya adalah  ‘Anfa’uhu lighairihi’, menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Bukan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi.

Sebagai manusia yang menerima tugas kekhilafahan, misinya adalah memakmurkan dan mensejahterakan. Serta menyebarkan rahmat untuk semua makhluk. “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya.” (Surah Hud: 60)

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Surah al-Anbiyaa : 107). Dengan visi dan misi inilah setiap muslim bergerak menebar kebaikan  dan kedamaian dalam setiap ruang dan waktu.