Wafatnya ulama, diangkatnya ilmu

Islam Kkartika Sustry
Terbaru oleh Kkartika Sustry
Wafatnya ulama, diangkatnya ilmu
Wafatnya ulama, diangkatnya ilmu © Radzian | Dreamstime.com

Ulama merupakan pewaris para anbiya’ artinya hamba Allah SWT yang diberi amanah dalam menyampaikan kebenaran setelah wafatnya para Nabi dan Rasul. Penyambung lidah para Rasul dalam mensyiarkan dakwah kebenaran dan ajaran Allah, dialah ulama.

Wafatnya ulama, diangkatnya ilmu

Nabi dan Rasul tidak mewariskan harta dan dirham kepada umatnya melainkan mewariskan ilmu. Ulama orang yang tinggi kehormatannya karena ilmu yang ia miliki, ini pula yang menjadikan mereka diangkat derajatnya oleh Allah SWT karena mengutamakan ilmu.

Suatu kaum akan tentram jika berada dilingkungan para ulama, orang orang yang berilmu agama yang benar dan memberikan petunjuk ajaran yang tepat sehingga jauh dari kesesatan.

Saat ini khususnya Indonesia sedang dirundung duka, belum lama ini Allah SWT angkat ulama di antaranya Syekh Ali Jaber, Arifin Ilham dan para habib lainnya, Allahu yarhamhum.

Begitu meruginya kita jika tidak mengenal para ulama, terlebih lagi ulama adalah orang yang berilmu. Jika ia meninggal maka hilanglah ilmu tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.”

(Hadis riwayat Imam Bukhori dan Muslim)

Melihat pada hadis tersebut, benar saja kita bersedih dengan kehilangan seorang ulama. Hal ini menyadari betapa berharga dan pentingnya orang-orang berilmu. Orang-orang yang berilmu lalu mendakwahkan kepada khalayak ramai tentulah ia peduli akan urusan agama.

Dekati para ulama, pelajari ilmu

Tidaklah mudah menemukan orang-orang yang ikhlas dalam berdakwah, orang-orang yang tabah dalam menerima kecuali mereka yang sudah menerima ilmu. Begitulah para ulama yang sudah menjadi teladan, rujukan dalam ilmu agama maupun karomahnya dalam menebar kebaikan.

Dunia akan terasa gelap jika wafatnya para ulama, mengapa demikian? manusia akan hilang penuntun. Ilmu itu cahaya yang ada di hati manusia, jika manusia tersebut meninggal maka hilang pula cahaya tersebut.

Ketika para ulama sudah wafat, maka Allah SWT angkat pula ilmu yang ada pada mereka, maka dari itu hilanglah bukan hanya jasadnya ulama tetapi juga ilmunya tidak bisa kita pelajari secara langsung.

Seyogyanya kita memanfaatkan waktu untuk selalu dekat dengan para ulama dan menghormati mereka. Selama ia masih ada maka ambillah ilmu dari mereka, sebelum hilangnya ilmu tersebut.

Hilangnya ilmu ini ditandai dengan wafatnya pemilik ilmu tersebut, para ulama. Lalu bagaimana jika ulama wafat?  Tinggalah orang-orang yang tidak berilmu yang akan berkuasa dan melupakan kebenaran yang hakiki sehingga menyimpang dari kebenaran yang ada.

Semesta akan binasa jika dipimpin oleh orang-orang yang tidak berilmu. Oleh karena itu, selagi masih ada ulama di muka bumi ini lindungi mereka, dan dekati mereka mintalah ilmu-ilmu kehidupan dan agama dari mereka agar kita tidak termasuk merugi.

Semoga Allah SWT menempat para ulama yang sudah mendahului kita di Syurga terbaik-Nya, aamiin.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.