Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Waktu tidur menurut Rasulullah SAW

Kesehatan Fisik 22 Jan 2021
Kkartika Sustry
Waktu tidur menurut Rasulullah SAW
Waktu tidur menurut Rasulullah SAW © Andre Dias Duarte | Dreamstime.com

Manusia diciptakan untuk diuji dengan berbagai masalah termasuk dengan kenikmatan. Sebagai optimalisasi dalam beribadah maka perlu bagi setiap manusia untuk beristirahat.

Allah SWT sudah ciptakan siang hari untuk bekerja dan malam untuk istirahat. Namun, saat ini justru sudah berbalik sebagian dari hamba-Nya menggunakan waktu malam untuk tetap memikirkan dunia padahal jika memang malam digunakan tidak tidur sebaiknya digunakan untuk beribadah.

Waktu tidur menurut Rasulullah SAW

Maka beristirahatlah dengan semestinya di malam hari, akan tetapi tidak dipungkiri juga bahwa kita butuh tidur di siang hari hanya saja sesuai dengan sunnah Rasul dan tidak melebihi dari waktu yang diberikan.

Allah SWT berfirman bahwa:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”

(Surah ar-Rum, ayat 23)

Ayat ini menjadi dalil bahwa kita memang dianjurkan untuk istirahat yang cukup sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Ada beberapa waktu yang sunnah Rasulullah SAW tetapi ada juga waktu yang dilarang dengan alasan tertentu sebagai berikut :

Haylulah yaitu tidur di waktu setelah Fajar

Ketika waktu subuh maka pikiran dan hati kita masih jernih belum dipengaruhi hal-hal buruk maka sangat baik untuk belajar. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila kamu telah selesai salat subuh janganlah kamu tidur tanpa mencari rezeki.”

(Hadis riwayat Thabrani)

Rasulullah SAW tidak tidur setelah Shubuh melainkan ia bergegas membaca al-Quran dan melakukan aktivitas lainnya. Pagi hari waktu yang baik untuk belajar dan menghafal. Jika kita hanya menghabiskan waktu pagi hanya untuk tidur dan bermalas-malasan, tentu kita tidak dapat apa-apa.

Waktu pagi para malaikat mulai bertebaran mendoakan manusia agar mendapat rezeki dari Allah SWT bagi yang bersedekah di pagi hari. Sebaliknya, maka akan celaka bagi hamba yang bermalasan di pagi hari.

Tidur lagi mengurangi rezeki. Analogi saja jika kita penjual sayur di pagi hari, kemudian melewatkan kesempatan dan datang ke pasar pada jam 10 pagi. Maka pembeli sudah tidak seramai di pagi hari, celakanya stok sayuran kita tidak laris.

‘Aylulah yaitu tidur setelah waktu Ashar hingga waktu Maghrib

Kata ‘aylulah juga berasal dari kata ‘Illat’ yang bermakna penyakit. Tidak ditemukan hadis shohih mengenai waktu ini namun dari aspek kesehatan bahwa tidur di waktu Ashar bisa menyebabkan terganggu kejiwaanya.

Bahkan menimbulkan penyakit seperti pusing, linglung, murung dan seperti orang pesakitan. Sebagian ulama berpendapat ‘siapa saja yang tidur di waktu Ashar sehingga terganggu kejiwaanya, maka janganlah mencaci selain dirinya sendiri’.

Failulah yakni tidur setelah Maghrib hingga waktu Isya’

Tidur yang tidak baik juga setelah Maghrib sampai menjelang Isya’. Hal ini dapat kita telaah bahwa waktu yang singkat dan bisa digunakan untuk beribadah.

Ketika manusia menjadikan kebiasaan tidur setelah maghrib ini pula membuat kita lalai dan dikhawatirkan lupa waktu sholat Isya’ tepat waktu.

Qaylulah yakni tidur sedikit atau sebentar

Qaylulah yaitu berasal dari kata ‘Qolil’ yang bermakna sedikit atau sebentar. Nah, tidur di waktu ini juga tidur ketika tergelincirnya matahari. Rasulullah SAW sering melakukan tidur ini ketika waktu Dzuhur artinya bisa dilakukan tidur sebentar menjelang Dzuhur atau setelah Dzuhur.

Tidur ini juga baik bagi kesehatan karena bisa menurunkan stress, menambah energi baik dan mencegah penyakit jantung. Tidur 10 menit menjelang Dzuhur ini pula Rasulullah SAW lakukan kegika musim panas. Jika musim dingin, Baginda akan tidur setelah Dzuhur tetapi masih dengan aturan yang benar bukan tidur sepanjang hari.