Waspadai dua kelompok dari penduduk Neraka

Psikologi Tholhah Nuhin
Terbaru oleh Tholhah Nuhin
Waspadai dua kelompok dari penduduk Neraka
Waspadai dua kelompok dari penduduk Neraka © Stefan Lucian Duta | Dreamstime.com

Visi dalam kehiudupan seorang muslim adalah mencari Ridho, Fadhol (karunia) dan Rahmat Allah SWT. Yang akirnya mendapatkan janji Allah SWt bagi hamba-hamba yang bertakwa yaitu Surga (Al-Jannah).

Hal ini tercermin dari untaian doa yang selalu dipanjatkan seorang muslim kepada Allah SWT. Dengan memohon kebaikan dunia akhirat dan perlindungan dari siksa Api Neraka.

Memohon kebaikan dunia dan akhirat

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

(Quran surah al-Baqarah, 2:201)

Refleksi atau cerminan dari permohonan do’anya ini, akan sangat berpengaruh dalam setiap ucapan, langkah dan kegiatannya dalam kehidupannya.

Di sisi lain, seorang muslim harus mampu membentengi kehidupannya dari godaan dan jerat para Setan yang terkutuk. Ia harus menjauhi dan tidak mengikuti langkah-langkah Setan.

Seluruh dimensi kehidupannya harus dipastikan tidak ada noda hitam dan keburukan yang masuk dalam kanvas kehidupannya. Baik yang berkaitan dengan akidah atau keimanan, ibadah, cara berpakaian, cara berucap, amal sosial, amal ekonomi, amal politik dan sosial budaya.

Dua penduduk Neraka yang harus dihindari

Berdoa agar dilindungi dan jagar dari Api Neraka, seorang muslim harus menjadi hamba-hamba Allah SWT dalam setiap dimensi kehidupannya. Menggunakan nikmat yang diberikan Allah seperti jabatan, kekuasaan dan nikmat fisik untuk Allah dan untuk membangun amal keunggulan dan kebaikan.

Perhatikan Sabda Rasulullah SAW kaitan dua kelompok manusia yang tidak mengoptimalkan titipan Allah untuk ketaatan kepada-Nya dibawah ini;

“dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (karena pakaiannya terlalu minim, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini.”

(Hadis riwayat Imam Muslim)

Kaum pertama

Kaum atau kelompok yang memiliki cambuk adalah penguasa yang melakukan kezaliman kepada orang lain. Melakukan kejahatan, keburukan dan kesewenang-wenangan kepada rakyat dan masyarakat.

Yang seharusnya, mereka menggunakan titipan Allah SWT untuk membangun kemaslahatan dan kebaikan bagi rakyat atau masyarakat. Yaitu dengan melindungi, memajukan dan mencerdasan kehidupan mereka secara umum.

Kaum kedua

Kelompok kedua adalah kaum wanita yang diberikan nikmat fisik yang luar biasa, akan tetapi salah dalam mengelolanya. Mereka dengan nikmat yang diberikan, semakin jauh dalam keta’atan kepada Allah SWT.

Mereka bahkan melakukan perbuatan yang tercela. Seperti membuka auratnya, berjalan menggoda dan merayu orang lain.

Saatnya kita kembali ke jalan yang benar dan petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam mengoptimalkan setiap titipan-Nya.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.