Wisata belanja di Makkah dan Madinah

Dunia Arab Muhammad Walidin 14-Nov-2020
dreamstime_s_158040028
Makkah Royal Clock Tower © Ahmad Faizal Yahya | Dreamstime.com

Sebuah situs wisata, Tripadvisor.com menandai bahwa kota Riyadh merupakan kota dengan spot kunjungan wisatawan terbanyak, yaitu 180 titik kunjung. Sebagai ibu kota negara, tentu Riyadh merupakan magnet bagi wisatawan.

Ibu kota dengan ciri khasnya yang metropolis ini terus bersolek dengan berbagai fasilitas dan gaya hidup, di antaranya adalah berdirinya mall-mall sebagai pusat perbelanjaan.

Berikut ini disebutkan beberapa pusat belanja dari 64 lokasi di kota Riyadh:Menara Pusat Kerajaan, An-Nakheel, Riyadh Gallery, Granada Centre, Panorama, Hayat, Riyadh Front, dll.

Pusat perbelanjaan di Makkah dan Madinah

Namun, para peziarah dari Indonesia saat melakukan ibadah haji dan umroh tidak biasa pergi ke kota Riyadh. Mereka hanya mengunjungi dua kota suci saja, yaitu Makkah dan Madinah, ditambah bonus Jeddah saat akan pulang. Para peziarah ini tidak khawatir kehabisan tempat belanja, sebab di sekitar kedua masjid suci tersebut, terdapat pusat perbelanjaan yang keren.

Mall yang paling terkenal di Makkah tentu saja adalah Al-Baraj Shopping Mall. Mall ini menempati 3 lantai dari bangunan Makkah Royal Clock Tower. Tidak banyak peziarah yang berbelanja di sini karena harganya yang mahal.

Akan tetapi, saya merekomendasikan anda untuk mencicipi berbagai kuliner di food courtnya. Sambil menikmati Nasi Mandi atau yang lainnya, anda dapat melihat lanskap masjidil Haram yang cantik di bawah sana.

Bila anda ingin berbelanja beberapa kebutuhan, datanglah ke Superstore Bin Daud. Toko ini menyediakan kebutuhan lengkap, mulai dari fashion, elektronik, makanan, alat rumah tangga, dll. Saya sempatkan membeli beberapa kotak kurma di sini karena jenisnya lebih banyak daripada di pertokoan lain.

Bila anda lebih nyaman berbelanja di pertokoan biasa, maka pergilah ke jalan Misfalah-Bakhutmah. Di sana terdapat segala macam suvenir yang murah meriah untuk dibawa pulang. Biasanya peziarah akan memilih tasbih, sajadah, al-Quran, dll.

Di samping itu, beberapa restoran kecil juga terdapat di sini.  Kebetulan hotel kami berada di kawasan ini. Jadi setiap pulang pergi ke Masjidil Haram, kami biasa cuci mata dan membeli sedikit barang.

Penjaga toko orang Arab asli berbahasa Indonesia

Pun begitu di Madinah, di seputar masjid Nabawi berdiri banyak bangunan tinggi, baik untuk hotel ataupun pusat perbelanjaan. Di antara yang terkenal adalah Taiba Commercial Centre, Al-Noor Mall, Maqam Hamzah, dan Old Bazar.

Saya menyempatkan diri berbelanja ke Taiba Commercial Centre. Untuk menuju tempat ini, kita bisa keluar dari pintu 18 dari Masjid Nabawi. Berbagai suvenir dapat dijumpai di sini, mulai dari fashion hingga pernak-pernik kecil lainnya.

Lain lagi di Jeddah, tempat yang dituju oleh wisatawan adalah Balad Corniche Commercial Centre. Lokasi wisata belanja ini tidaklah berbentuk mall, tetapi pusat pertokoan yang menyediakan suvenir murah meriah.

Biasanya, bis-bis jamaah haji Indonesia akan diajak mampir ke sini oleh biro travel sebelum menuju bandara King Abdul Aziz. Uniknya, berbelanja di sini akan semakin seru karena penjaga toko yang merupakan orang Arab asli menawarkan dagangannya dalam bahasa Indonesia.

Bahkan nama-nama tokonya sangat Indonesia, seperti Ali Murah, Gani Murah, dll. Saran saya, Balad Corniche ini adalah tempat terlengkap dan termurah untuk belanja oleh-oleh sebelum pulang ke tanah air. Bila suvenirnya terlalu besar seperti karpet, merekapun siap mengirimkan belanjaan anda melalui jasa shipping. Mudah bukan?