Wisata belanja Songket di Tanggo Buntung

26songket
Sentra Songket Tanggo Buntung © palembang-tourism.com

Sore hari, saya mengajak putri kecil saya untuk melihat-lihat toko-toko kerajinan songket di Sentral Pengrajin Songket Tanggo Buntung. Besar harapan saya agar putri saya ini kenal dengan akar budayanya, salah satunya adalah tenun tradisional songket Palembang yang diproduksi di kampung ini.

Menurut kabarnya, perkampungan ini merupakan kumpulan orang Palembang asli (dibuktikan dengan banyaknya rumah Limas) yang masih mempertahankan tradisi tenun tradisional songket.

Sentral Industri Pengrajin Songket

Perkampungan Tanggo Buntung terletak di pinggiran Sungai Musi, kelurahan 32 Ilir, kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang. Hanya dibutuhkan sekitar 10 menit dari pusat kota untuk menuju kesana, baik dari arah Talang Semut atau dari arah Pasar Sekanak. Kami mengambil arah dari Talang Semut melintasi jalan Talang Kerangga.

Di sini, walaupun belum masuk wilayah Tanggo Buntung, telah ada dua butik songket besar, yaitu Tujuh Saudara Songket dan Mawar Collection. Dengan lingkungan yang asri dan parkir yang cukup memadai, tentu kedua pusat penjualan songket ini bisa menjadi pilihan calon pembeli.

Sebagai tanda masuk di kampung Tanggo Buntung, terdapat gapura dengan tulisan Sentral Industri Pengrajin Songket. Jalan pertama yang kami lalui adalah Jalan Ki Rangga Wirasentika. Di kiri kanan jalan ini, terdapat banyak toko/butik/pengrajin songket.

Di antaranya adalah Mayang Koleksi, Benang Emas Songket, Nabila Songket, VR textile, Songket Cek Nani, Hj. Cek Ifah & Cek Ila, Fikri Collection, Yusuf Efendi, PAS: Palembang Souvenir, Romlah Fauzi Songket, Kastara Etnik, Hj. Asmi Astari Songket, dan Duo Beradek Songket.

Selepas itu, kami memasuki jalan Ki Gede Ing Suro. Di jalan ini lebih banyak lagi ditemui pengrajin songket. Di antaranya adalah Hj. Cek Ifah & Cek Ila, Pangeran Songket, Vicky Collection, Asia Songket, Cek Onah, Tajung Jumputan Songket, Linda HS. Koleksi, Rumah Songket Cek Unah, Nyimas Laila, Zainal Songket, Songket Kreasi, Cek Mun Songket, Hj. Cek Ella, dan Songket Serengam Setia.

Secara lengkap, putri saya menghitung ada 27 butik/toko kerajinan songket yang berada di wilayah Tanggo Buntung ini. Oleh karena itulah, kampung ini diunggulkan oleh pemerintah Kota Palembang sebagai Destinasi Wisata Belanja Terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Sebagai pembanding, kami juga menelusuri kampung tetangga, seperti Makrayu, untuk melihat kemungkinan apakah ada juga pengrajin songket. Ternyata memang tidak ditemukan lagi pengrajin serupa di sekitarnya.

Kain Songket, kain Jumputan dan kain Tajung

Secara umum, toko-toko songket di sini menjual kain Songket, kain Jumputan, dan kain Tajung. Songket merupakan kain tenun tradisional masyarakat rumpun Melayu. Songket ditenun dengan tangan dan alat bernama dayan menggunakan benang emas/perak/tembaga.

Benang logam metalik yang tertenun dengan latar belakang kain sutra dan pakan menimbulkan efek kilau cemerlang. Kain Jumputan yang juga disebut kain pelangi adalah karajinan tenun yang dihasilkan dengan teknik ikat dan celup (tie and dye). Teknik tersebut menghasilkan motif tertentu di atas bahan warna putih polos yang dicelupkan ke dalam larutan pewarna.

Sementara kain Tajung juga merupakan kain tenun yang khusus dibuat untuk sarung lelaki, khas Palembang. Dari ketiga bahan tersebut, dibuatlah varian-varian lain, seperti busana (kain, kemeja, blus, sarung, dll), peci, tanjak, tas, kipas tangan, kotak tissue, dan berbagai souvenir lainnya.

Bila berkunjung ke kawasan ini, selain berbelanja, para pengunjung dapat juga melihat langsung proses pembuatan songket. Satu kain songket dibuat kurang lebih selama tiga bulan oleh seorang penenun. Bila melihat bahan dan masa pembuatan, maka tak heran bila selembar kain songket dihargai cukup mahal.

Kemewahan dan keunikan dari kain Songket, Jumputan, dan Tajung menarik minat banyak lapisan masyarakat nusantara, bahkan luar negeri. Kain-kain ini biasa digunakan untuk keperluan acara serimonial adat, pesta perkawinan, dan acara resmi.