Wisata bukit dan gunung di Arab Saudi

Indra Muhammad Walidin 21-Sep-2020
dreamstime_s_130662462
Jabal Magnet © Agus Setiawan | Dreamstime.com

Selain gurun, Arab Saudi juga terkenal dengan pegunungannya. Namun gunung (jabal)  di sini tentu tidak dalam bentuk definisi gunung sebagaimana umumnya, melainkan hanya berbentuk perbukitan batu saja.

Walaupun demikian, perbukitan di sini memiliki nilai historis yang tinggi karena barkaitan dengan kerasulan Nabi Muhamad SAW. Di bawah ini akan ditelusuri beberapa gunung/bukit yang selain dapat menambah wawasan kealaman, juga mempertebal keimanan.

Jabal Nur

Letak jabal Nur sekitar tujuh  kilometer dari Masjidil Haram. Di puncak bukit, terdapat gua Hira, sebuah tempat persembunyian Rasulullah SAW. Gua kecil ini berukuran panjang 3.5 meter dan lebar 1.5 meter. Gua inilah yang menjadi magnet bagi para peziarah. Untuk mencapai gua ini, dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Walaupun curam dan menantang, bukit ini selalu dipenuhi oleh jamaah haji dan umrah.

Ternyata, Nabi Muhammad SAW memang sudah sering datang ke Gua Hira untuk menyendiri. Beliau suka menenangkan pikiran di sana. Hingga pada akhirnya, tanggal 17 Ramadan 13 tahun sebelum hijriyah wahyu pertama turun di gua ini. Sesuai dengan namanya, Nur, yang berarti cahaya, bukit ini telah menjadi cahaya bagi dunia karena Risalah Islam bermula di sini.

Jabal Tsur (Bukit Benteng)

Letak bukit ini berada di selatan kota Mekkah, tepatnya di wilayah Kuday, dengan perjalanan sekitar 10 menit (8.1 km). Di sana terdapat gua dengan tinggi sekitar 1, 25 meter dengan luas 3,5 meter persegi. Dengan ukuran yang kecil ini, hanya tiga orang yang bisa ditampung di ruang ini.  Untuk memasuki gua, terdapat lubang di sebelah sisi barat dan timur. Lubang di sebelah barat itulah yang merupakan pintu masuk Rasulullah SAW ketika bersembunyi.

Untuk mendaki bukit dengan ketinggian 1.405 meter dpl ini, dibutuhkan waktu lebih kurang dua jam. Total naik dan turun dibutuhkan waktu empat jam. Namun, tersedia empat pos untuk beristirahat sehingga cukup membantu peziarah menahan lelah. Waktu terbaik untuk mendaki adalah setelah subuh. Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan sediakan topi atau payung ketika mendaki.

Bukit ini menjadi istimewa karena menjadi saksi hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Siddiq r.a dalam perjalanan dari Mekkah menuju Yastrib. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang menyenangkan karena keduanya saat itu sedang dikejar Quraisy Mekkah yang hendak membunuhnya. Di dalam gua ini, keduanya bersembunyi selama tiga hari.

Mukjizat Allah SWT datang dengan mengirimkan laba-laba dan merpati yang membuat sarang dengan cepat sehingga tampak seperti gua yang tak berpenghuni. Sarang ini memberi kesan mustahil ada orang di dalam gua, sebab bila ada orang yang masuk tentu akan merusak benang laba-laba dan membuat sarang merpati bercerai-berai.

Jabal Magnet

Wisata gunung yang satu ini tidak termasuk wisata historis, tetapi seharusnya masuk dalam wisata alam karena tidak ada jejak kenabian di sini. Jabal Magnet sangat dikenal oleh wisatawan Indonesia. Akan tetapi, tempat ini sebenarnya bernama wadi al-Baidha atau Mantiqa al-Baidha (lembah putih).

Tempat wisata alam yang berjarak 60 kilometer dari kota Madinah ini banyak menyerap wisatawan yang ingin merasakan sensasi ditarik oleh gunung. Caranya, para wisatawan tetap berada di dalam bus. Sopir mematikan mesin. Bus itu akan tetap berjalan seperti ditarik oleh gunung di bagian depan. Sensasi inilah yang ingin dirasakan oleh setiap pengunjung dengan kepala geleng-geleng tak percaya.

Di samping merasakan sensasi ditarik gunung magnet, kini telah tersedia pula wahana wisata lain, seperti persewaan mobil AVP untuk pengunjung yang ingin sedikit mencoba berkendara di atas pasir, restoran dengan menu khas Arab Saudi, juga persewaan kostum Arab Saudi, mulai dari kostum pangeran hingga putri-putri Arab dengan harga terjangkau.