Wisata edukasi di seputar Masjidil Haram

Agama Muhammad Walidin 21-Jul-2020
Museum Menara Jam dalam kompleks bangunan Menara Abraj Al Bait © Samet Guler | Dreamstime.com

Saat melakukan ibadah Haji atau Umrah, para peziarah juga bisa melakukan kegiatan lain, seperti berwisata edukasi. Hal ini sangat menunjang nilai ibadah karena kita akan banyak mengetahui tentang mengapa ibadah ini harus dilakukan.

Banyak tempat yang bisa dijadikan tempat belajar, di antaranya adalah museum, yang dalam bahasa setempat disebut Mathaf atau Muthaf. Terkadang pula disebut Ma’radh atau exhibition bila lebih berorientasi pada media modern dalam memperkenalkan koleksinya. Berikut dipaparkan beberapa mathaf  atau ma’radh di kota Mekkah.

Museum Menara Jam atau Clock Tower Museum

Clock Tower Museum merupakan museum paling dekat dengan Masjidil Haram. Museum yang dibuka pada tanggal 06 Mei 2019 ini tidak hanya bertujuan untuk menarik minat wisatawan muslim ke Arab Saudi, tetapi juga memiliki tujuan transendental. Ia terletak dalam sebuah kompleks bangunan, Menara Abraj Al Bait.

Museum ini berada di sebuah menara dengan ketinggian 600 meter di sebuah menara ketiga tertinggi di dunia setelah Burj al-Khalifah di Dubai dan Menara Shanghai.  Museum berlantai empat ini menawarkan pemandangan landscape kota Mekkah dengan pegunungan di sekelilingnya. Bila melihat ke bawah, maka hamparan para peziarah dengan Kakbah sebagai episentrumnya terlihat sangat emosional.

Museum ini memiliki jam dengan empat sisi. Setiap sisi memiliki jam berukuran 42 x 43 meter dan beratnya sekitar 36 ribu ton. Dari ukurannya, jelas jam ini berukuran 35 kali lebih besar dari jam Big Ben di London, Inggris. Perihal keamanan, jam ini dilengkapi dengan perlindungan terhadap hujan, badai pasir, dan angin.

Dari segi kemegahan, jam ini ditutupi mosaik kaca seluas 100 juta lembar yang dilapisi emas 24 karat. Ia juga dilengkapi dengan puncak menara setinggi 128 meter dengan sabit emas 23 meter di atasnya. Sebuah karya monumental dan luar biasa.

Museum Sahabat Nabi atau Ashaabee Exhibition 

Perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW mendapat tempat istimewa di Museum Sahabat Nabi. Museum ini berisi tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya sejak tinggal di Mekkah hingga hijrah ke Madinah.

Denah dalam museum terdiri dari 10 stand yang dilengkapi dengan fasilitas pemaparan, seperti video, cuplikan video, gambar, dan keterangan gambar. Pada musim Haji, pengunjung bisa mencapai 1000-2000 orang/hari. Lokasi museum ini sangat dekat dengan Masjidil Haram. Hanya dibutuhkan perjalanan selama 5 menit ke arah Jabal Omar.

The Two Holy Mosque Architecture Museum

Museum ini juga dikenal dengan nama Ma’radh Imaratul Haramain As Syarifain. Dibangun tahun 1999 oleh Pangeran Abdul Majid, Gubernur Mekkah kala itu. Luasnya sekitar 1.200 meter, terdiri dari 7 ruangan besar yang berisi koleksi barang-barang Masjidil Haram, Kakbah, Masjid Nabawi, Zamzam, foto-foto bersejarah, manuskrip-manuskrip kuno, dan lain-lain.

Di sini, pengunjung bisa mempelajari sejarah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, termasuk kecanggihan kedua masjid. Pengunjung juga dapat mengetahui perkembangan dan perluasan kedua masjid dalam bentuk maket. Koleksi yang dimiliki oleh museum ini merupakan peninggalan-peninggalan Kakbah, seperti Kiswah, kayu-kayu, penutup makam Ibrahim, pintu Kakbah dari masa ke masa dan Hajar Aswad.

Lokasi museum ini terletak hanya 3o menit perjalanan dari Masjidil Haram, tidak jauh dari museum pembuatan kiswah Kakbah yang terletak di jalan Umul Jud. Sebagai tambahan, di museum pembuatan kiswah ini, ada 200 pengrajin yang mengerjakan kiswah dengn bahan sutera sepanjang 14 meter, lengkap dengan benang emas seberat 120 kg dan benang perak seberat 25 kg.