Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Wisata Gunung – Jabal Uhud, Rahmah dan Abi Qubais

Perjalanan 17 Jan 2021
Muhammad Walidin
Wisata Gunung - Jabal Uhud, Rahmah dan Abi Qubais
Wisata Gunung - Jabal Uhud, Rahmah dan Abi Qubais © Ayşegül Muhcu | Dreamstime.com

Selain gurun, Arab Saudi juga terkenal dengan pegunungannya. Namun gunung (jabal) di sini tentu tidak dalam bentuk definisi gunung sebagaimana umumnya, melainkan hanya berbentuk perbukitan batu saja.

Walaupun demikian, perbukitan di sini memiliki nilai historis yang tinggi karena barkaitan dengan kerasulan Nabi Muhamad SAW. Di bawah ini akan ditelusuri beberapa gunung atau bukit yang selain dapat menambah wawasan kealaman, juga mempertebal keimanan.

Jabal Uhud

Jabal Uhud ialah sebuah bukit berjarak 5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter di atas permukaan laut (dpl). Bukit ini selalu diingat oleh umat Islam sebab di lembah gunung ini pernah terjadi pertempuran besar.

Pertempuran antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal tahun ke 3 Hijriah (Maret 625 Masehi). Peperangan antara kaum musyrikin Mekkah dan kaum muslimin di Lembah Uhud ini dikenal dengan peperangan yang tidak seimbang.

Kaum musyrikin berjumlah 3000 orang, sementara kaum muslimin hanya 700 orang. Akibatnya, 70 pejuang Islam mati secara syahid, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib, Mus’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar jasad para syuhada itu dimakamkan di tempat mereka gugur, sampai-sampai ada satu lobang yang diisi oleh beberapa syuhada. Dalam pertempuran itu, Rasulullah mengalami luka-luka, begitu juga para sahabat yang menjadi perisai Nabi gugur dengan penuh luka anak panah.

Rasulullah SAW sangat mencintai syuhada Uhud, terutama pamannya Hamzah. Setiap tahun Baginda nyaris selalu berziarah ke Jabal Uhud. Contoh kecintaan Baginda ini kemudian diikuti oleh ummat Islam hingga saat ini.

Jabal Rahmah

Lokasi Jabal Rahmah berada di timur padang Arafah yang menjadi lokus utama ibadah haji. Tempat berbentuk bukit ini memiliki ketinggian 70 meter dengan tugu beton bersegi empat setinggi 8 meter berdiri kokoh di tengahnya.

Dari ketinggiannya, pengunjung dapat melepaskan pandangan ke kehijauan padang Arafah di bawahnya. Ada tiga alasan historis mengapa peziarah harus mengunjungi tempat ini.

Pertama, bukit ini merupakan pertemuan antara Adam a.s dan Hawa a.s setelah terpisah selama ratusan tahun. Kedua, bukit ini merupakan tempat di mana Nabi Ibrahim a.s menyadari bahwa mimpi tentang menyembelih putranya Ismail a.s adalah benar-benar datang dari Allah SWT.

Dalam mencapai kebenaran ilahiya tersebut, ia beberapa kali digoda oleh syaitan. Nabi Ibrahim a.s akhirnya melempari syaitan tersebut dan diabadikan dalam prosesi lempar jamarat dalam rangkaian ibadah haji.

Ketiga, di bukit inilah wahyu terakhir turun. Nabi Muhammad SAW menyampaikan surah al-Nashr yang berupa kemenangan atas agama Islam dengan berbondong-bondongnya orang masuk ke dalam agama ini.

Jabal Abi Qubais

Masih di kota Mekkah dengan posisi agak ke timur, berdiri sebuah bukit dengan sebuah bangunan wisma negara (Istana Shafa) tempat tamu negara menginap. Bukit dengan ketinggian 420 meter ini tidak jauh dari Masjidil Haram.

Agar pasti posisinya, pengunjung dapat berdiri membelakangi Hajar Aswad, maka Jabal Abi Qubais akan mudah terlihat. Letak historis Jabal Abi Qubais dapat ditelusuri dari nama lainnya, yaitu Jabal al-Amin, ‘Bukit Kepercayaan’.

Diceritakan bahwa ketika banjir besar di masa Nabi Nuh a.s, Allah SWT menyimpan Hajar Aswad di gunung ini. Ketika Nabi Ibrahim a.s akan membangun Kakbah, Hajar Aswad dikeluarkan kembali dari gunung ini dan dibawa oleh malaikat Jibril a.s untuk diserahkan kepada Nabi Ibrahim.

Selanjutnya, diletakkan di sudut Kakbah. Pun begitu dengan batu-batu yang dipakai dalam membangun Kakbah, diangkut dari jabal ini, selain diambil dari jabal Kakbah. Setelah selesai Nabi Ibrahim a.s membangun Kakbah, ia naik ke atas Jabal Abi Qubais dan berseru:

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendari unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,”

(Surah al-Hajj, ayat 27)