Wisata gurun di Jazirah Arab

Timur Tengah Muhammad Walidin
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Wisata gurun di Jazirah Arab
Wisata gurun di Jazirah Arab - Rub’ul Khali atau Empty Quarter © Stefan Hochreutener | Dreamstime.com

Para wisatawan wisatawan atau traveller biasanya sangat mendambakan berwisata ke gurun Sahara. Bentang alamnya yang indah dengan bukit bentukan pasir telah menawan banyak wisatawan. Apalagi di antara gelombang bukit pasir, muncul rute-rute bagi pengendara unta.

Jejak kafilah itu selalu menjadi incaran para fotografer untuk menghiasi dunia wisata (tour) padang pasir.

Wisata gurun di Jazirah Arab

Wisatawan Indonesia yang berwilayah tropis tentu tidak memiliki gurun dalam arti yang sesuai dengan makna leksikalnya. Namun hasrat menjelajah Sahara terkadang tidak bisa dibendung.

Jadilah mereka mencari gurun ala-ala seperti Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta dan Gumuk Pasir Sumalu, Sulawesi Selatan atau pantai terkeren dengan Saharanya di Oetune, Nusa Tenggara Timur.

Terkadang pula, para traveller Indonesia sengaja menuju the Sand Dunes di pantai kota Phan Thiet provinsi Bhin Thuan, Vietnam atau menuju Gurun Thar, di India bagian utara. Bila ingin merasakan gurun asli di Arab Saudi, anda bisa pergi ke Rub’ul Khali atau Empty Quarter.

Rub’ul Khali adalah gurun pasir seluas 650.000 km persegi ini dimiliki oleh empat negara, yaitu 80 persen di wilayah Arab Saudi yang mencakup ¼ dari permukaan daratan Kerajaan Arab Saudi. Selebihnya, gurun ini juga dimiliki oleh Uni Emirat Arab di Timur, Kesultanan Oman di Selatan, dan Republik Yaman di Selatan dan Barat Daya.

Sesuai dengan namanya, Seperempat yang kosong, di gurun terbesar di Semenanjung Arab Selatan ini memang tidak ada apa-apa kecuali lautan pasir yang keemasan. Hal ini berbeda dengan gurun Sahara di Afrika utara yang luasnya 9,2 juta km persegi. Namun di sana masih ada bentang alam lain selain pasir.

Walaupun demikian, saat ini wisata gurun di Rub’ul Khali sudah dikembangkan. Banyak hal yang sebenarnya ditawarkan di gurun ini. Misalnya, naik balon udara, selancar pasir (Sandsurfing), yoga fajar, ‘Fat Biking’ yakni naik sepeda dengan ban selebar 4,8 inci yang bisa dikempiskan untuk mengatasi bukit pasir besar, menunggang unta, serta berkuda. Masing-masing negara memiliki agenda wisata tersendiri di kawasan Rub’ul Khali.

Wisata gurun dan padang pasir lain

Bila Rub’ul Khali membuat anda gentar, tak ada salahnya anda memilih gurun yang lebih terkenal atau familiar di kalangan wisatawan, salah satunya adalah al-Ula di sebelah utara Madinah.

Kawasan wisata yang tercatat sebagai warisan dunia ini menawarkan wisata gurun yang luar biasa indah. Bila malam tiba, lampu-lampu dari situs Mada’in Saleh akan menyala.

Dalam satu moment deretan cahaya lilin di atas pasir menuju gerbang Mada’in Saleh berkompetisi dengan indahnya Bimasakti atau Milky Way di  langit yang bening. Sebuah mahakarya manusia yang bersanding dengan keagungan karya Tuhan. Luar biasa…

Bila anda di kota Jeddah, anda bisa mengikuti wisata gurun ke Moon Valley. Letaknya hanya selemparan panah dari pinggir kota Jeddah. Di sana ada desa Asfan dengan benteng Asfannya yang telah berdiri sejak abad ke-18.

Anda bisa mengeksplorasi bentang dan Jabal al-Jadib. Setelah itu, anda bersama tim tour bisa membangun tenda untuk menyaksikan matahari terbenam. Sejak malam menyapa, anda hangatkan diri dengan api unggun dan hidangan barbeque yang sedap. Rebahkan tubuh anda di atas pasir, anda akan terkesima dengan pagelaran bintang gemintang di langit yang biru.

Tipikal padang pasir sangat spesifik. Dataran luas tersebut tidak memiliki tanda sebagai pedoman. Bukit pasir yang tercipta hari ini bisa saja hilang di waktu yang lain karena hembusan angin.

Lalu akan tercipta kembali bukti-bukti pasir dengan puncaknya yang sangat indah. Oleh karena itu, berwisata ke gurun pasir ini harus mengikuti tour yang direkomendasikan. Bepergian secara mandiri bisa saja menyebabkan hilang atau tersesat di gurun.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.