Persekitaran Web Patuh Muslim.. Ketahuiselanjutnya

Daerah Ibukota Bermasalah, Kinerja Anies Selama Ini Pun Dipertanyakan

Kehidupan Taufiq Sugeng 02-Mac-2020
ID 171855455 © William Tobing | Dreamstime.com

Hingga saat ini, problematika di daerah ibukota terus bermunculan dan tak pernah hilang berganti dengan persoalan yang lain. Saat ini, fokus masalah yang sedang terjadi di wilayah ibukota sendiri adalah persoalan banjir. Banjir-banjir ini telah merendam berbagai wilayah di daerah ibukota, seperti pemukiman warga, daerah objek vital negara, jalur lintas bawah, hingga ruas jalan tol. Dengan masalah utama ibukota yang selalu terjadi di saat musim penghujan seperti ini, maka sudah patut kebijakan dari pemerintah dalam mengatasi upaya persoalan ini untuk dipertanyakan. Hal ini sendiri seolah Jakarta akan selalu menjadi wilayah banjir ketika musim penghujan. Untuk bisa mengatasinya, maka setiap pemimpin yang menjabat Gubernur di wilayah ini, selalu dituntut untuk bisa mencarikan solusinya.

Hal demikianlah yang terjadi pada Gubernur DKI Jakarta sekarang, Anies Baswedan. Selama masa pemerintahannya, banyak pihak yang mempertanyakan apa saja kebijakan yang dilakukan olehnya dalam menghadapi persoalan banjir di ibukota ini. Banyak pihak yang mengomentari kinerjanya selama ini yang begitu kurang memuaskan, terlebih dalam persoalan seperti menghadapi banjir ini dan juga kebijakannya dalam merevitalisasi Monas di saat musim penghujan seperti ini. Selain itu, berbagai kebijakan yang dilakukannya pun dirasa kurang memuaskan di mata berbagai pihak, seperti jalur untuk sepeda misalnya. Meskipun bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalan ibukota, namun banyak pihak yang mengkritik kebijakannya ini karena dianggap tidak efektif. Hal ini dikarenakan lemahnya pengawasan serta menjadi beban pekerjaan tersendiri untuk pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Alhasil, banyak yang menganggap bahwa kebijakan ini bukanlah untuk membuat daerah ibukota menjadi lebih baik, namun hanya menjadi sebuah pencitraan semata.

Berbagai pihak ini pun turut memberi masukan berbagai kebijakan yang seharusnya dilakukan oleh Anies, misalnya seperti melakukan optimalisasi transportasi umum di ibukota dalam hal mengatasi kemacetan, serta melakukan penambahan sumur-sumur penyerapan atau drainase yang banyak dan lebih baik dalam mengatasi air hujan supaya bisa tidak mengalami banjir kembali ketika musim hujan datang. Bahkan, mereka juga beranggapan jika seandainya pemerintah DKI Jakarta serius dalam menanggapi persoalan banjir, seharusnya sudah ada kebijakan atau gerakan yang dilakukan sebelum musim penghujan tiba pada saat ini. Misalnya ketika musim kemarau kemarin. Maka dari itu, mereka pun heran dan bertanya, apa saja yang dilakukan ketika musim kemarau jika pemerintah katanya serius dalam mengatasi persoalan banjir.

Ditambah lagi, jika memang berencana untuk membuat sebuah gebrakan atau terobosan baru, harusnya lebih mengarah dalam mengatasi persoalan yang dirasa lebih bermanfaat untuk kepentingan sekitar dan banyak orang. Misalnya terobosan dalam pembuatan dan perbaikan sistem drainase di wilayah ibukota. Kalau perlu, bisa memanggil atau mengundang ahli untuk menemukan hal tersebut. Daripada hanya membuat sebuah jalur sepeda dan memaksa setiap karyawan atau aparatur sipil negara (ASN) untuk pergi bersepeda saat ke kantor, ungkap mereka. Meski begitu, Anies mengatakan bahwa dirinya telah menjamin fasilitas kesehatan di daerah pengungsian dari para korban banjir bisa di dapatkan secara gratis. Dengan begitu, siapa pun yang membutuhkan fasilitas dan layanan kesehatan, diminta untuk segera menghubungi pihak yang bersangkutan atau melalui call center 112 yang bisa dihubungi oleh masyarakat secara langsung. Dirinya pun menyebutkan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya dari pemerintah saja, namun juga merupakan kerja sama dengan swadaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan para korban banjir yang mengungsi di posko pengungsian.

Ingin berkata sesuatu?

Sila berhubung!