Muhasabah: Celaan kepada sombong dan berbangga-bangga

Islam untuk Pemula 09 Apr 2021 Siti Nur Baiin Che Harun
Terkini oleh Siti Nur Baiin Che Harun
Muhasabah: Celaan kepada sombong dan berbangga-bangga
Muhasabah: Celaan kepada sombong dan berbangga-bangga © Ildin Torlak | Dreamstime.com

Artikel ini membawa beberapa dalil dari Al-Quran mengenai Allah SWT mencela mereka yang sombong dan suka berbangga-bangga. Kita seringkali lupa, segala nikmat yang diberi hanyalah sementara dan hanyalah pinjaman dari Allah.

Nikmat yang biasa dibanggakan

Antara nikmat yang selalu kita banggakan tidak lain dan tidak bukan nikmat yang hanya boleh dilihat dengan mata kasar. Contohnya kekayaan, ketinggian pangkat dan darjat, memiliki anak yang ramai dan berjaya, keelokan rupa paras dan sebagainya.

Jika dimuhasabah, nikmat-nikmat yang Allah SWT kurniakan ini sebenarnya untuk menguji hamba-Nya. Di mana Allah ingin melihat sama ada kita bersyukur atau sebaliknya.

Allah Taala berfirman:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”

(Surah At-Takathur, ayat 1)

Allah SWT mencela mereka yang berbangga-bangga

Allah Taala berfirman dan Kitab-Nya mengenai celaan berbangga-bangga.

“Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.”

(Surah Al-Isra’, ayat 37)

 

“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerosakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.”

(Surah Al-Qasas, ayat 83)

 

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

(Surah Luqman, ayat 18)

 

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlumba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keredhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.”

(Surah Al-Hadid, ayat 20)

 

“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,”

(Surah Al-Hadid, ayat 23)

Dalil mengenai celaan terhadap kesombongan

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

(Surah An-Nisa’, ayat 36)

Balasan orang yang sombong

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

(Surah Luqman, ayat 18)

 

“(Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”

(Surah Sad, ayat 75)

Semoga kita dijauhkan dari bersifat sombong dan bermegah-megah. Ia hanya akan merosakkan pahala amalan. Jadilah orang yang sentiasa bersyukur, cukup dengan apa yang ada, dan selalu menghiasi diri dengan akhlak terpuji. Kita juga akan disenangi oleh orang-orang di sekeliling.