Orang yang lebih baik diberikan sedekah menurut al-Quran

Islam 22 Mac 2021 Siti Nur Baiin Che Harun
Pilihan oleh Siti Nur Baiin Che Harun
Orang yang lebih baik diberikan sedekah menurut al-Quran
Orang yang lebih baik diberikan sedekah menurut al-Quran © Rawpixelimages | Dreamstime.com

Islam mengajar untuk mengasing atau menyisihkan sebahagian aset harta benda yang dimiliki oleh penganutnya, yang salah satunya adalah melalui sedekah. Tujuan sedekah antara lain adalah untuk menyucikan harta benda, membantu orang yang tidak bernasib baik dan juga berupa bekal pahala ganjaran di akhirat kelak.

Secara spesifiknya, dalam al-Quran ada termaktub beberapa keutamaan dan adab berkaitan sedekah dalam konteks orang yang lebih baik diberikan sedekah.

Dalil sedekah kepada kerabat

Dalam al-Quran, surah al-Baqarah, ayat 215, Allah SWT berfirman yang maksudnya:

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah: Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”

Surah an-Nisa’, ayat 8 pula menjelaskan:

“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat*, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu* (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

*Kerabat yang tidak mempunyai hak waris daripada harta warisan. *Pemberian sekadarnya tidak boleh lebih daripada sepertiga harta warisan.

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

(Quran surah an-Nahl, ayat 90)

Dalil sedekah kepada orang susah

Menurut firman Allah Taala dalam al-Quran, surah Al-Isra’, ayat 26:

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”

Dalam surah Al-Baqarah, ayat 280:

“Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Dalil menyembunyikan sedekah

Surah al-Baqarah, ayat 271 menyentuh tentang perkarakebaikan menyembunyikan sedekah.

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu*, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebahagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”

*Inilah perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya kerana riak, membangga-banggakan pemberiannya kepada orang lain dan menyakiti hati orang yang menerima.

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

(Quran surah Al-Baqarah, ayat 274)

Hadis Nabawi tentang yang paling berhak diberi nafkah

Abu Hurairah r.a berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang yang miskin bukanlah orang yang merasa telah cukup dengan satu dua buah kurma, atau sesuap atau dua suap makanan. Namun orang miskin adalah orang yang tidak meminta-minta dan tidak menunjukkan kemiskinannya kepada orang lain. Jika kalian mahu, bacalah firman Allah , (…Mereka tidak meminta-minta kepada orang lain…? Surah Al-Baqarah, ayat 273).”

(Hadis riwayat Bukhari, Sahihul Bukhari, Juz 2, No. Hadis 4539, 1400 H: 205)