Persekitaran Web Patuh Muslim.. Ketahuiselanjutnya

Puasa Sunah Senin-Kamis untuk umat islam 

Taufiq Sugeng 26-Feb-2020

Bagi para kaum muslim, ibadah puasa bukan sesuatu yang asing lagi, karena ibadah ini termasuk kedalam rukun islam yang ketiga yang mana disetiap tahunnya mereka akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh, yaitu saat bulan Ramadhan. Saum atau puasa sendiri bagi orang islam adalah suatu ibadah yang mengharuskan untuk menahan diri dari makan, minum, dan juga segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Waktu melaksanakan puasa adalah mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan beberapa syarat yang telah ditentukan dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan seseorang.

Jika Puasa pada bulan Ramadhan merupakan kewajiban, tentunya terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang juga dapat dikerjakan untuk mendapatkan pahala. Puasa sunnah ini sesuai dengan hukumnya yaitu sunnah, apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak akan berdosa. Ada beberapa jenis puasa sunnah yang sering dilakukan oleh umat islam.

  1. Puasa Syawal. Setelah melakukan kewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh selanjutnya anda bisa melanjutkan untuk melakukan puasa sunnah syawal yang dapat dilakukan selama 6 hari baik berturut-turut atau acak dengan syarat masih dalam bulan Syawal.
  2. Puasa Dzulhijah. Merupakan puasa sunah yang dilaksanakan selama 9 hari pertama pada Bulan Dzulhijah.
  3. Puasa Arafah. Puasa Sunnah satu ini dilaksanakan hanya selama satu hari pada hari ke-9 Bulan Dzulhijah.
  4. Puasa Isnin-Kamis. Jenis puasa sunnah satu ini, dapat dilakukan dalam bulan apapun kecuali Ramadhan, karena bulan Ramadhan wajib dilaksanakan selama satu bulan. Tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis ataupun sebaliknya. Keduanya merupakan hari dimana ketika amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, lebih afdhal jika puasa Senin diikuti dengan puasa pada hari kamis.

Untuk yang belum tahu, kenapa puasa Senin-Kamis ada dan sangat dianjurkan. Karena Rasullah SAW sendiri melakukan puasa sunnah pada dua hari ini, yang mana puasa sunnah Senin-Kamis. Nama Senin-Kamis sendiri mengacu kepada penamaan hari yang mana dilaksanakannya amalan sunnah tersebut. Pernyataan jika Rasullallah sering melakukan amalan sunnah ini terdapat pada sebuah riwayat

“Rasulullah SAW selalu menunggu-nunggu saat berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. Ahmad dari Aisyah ra)

Tentunya Rasulullah memilih dua hari ini untuk dilaksanakannya puasa Sunnah bukan tanpa alasan atau hanya sekedar asal-asalan. Ada beberapa alasan Rasullulah memilih kedua hari ini yang setidaknya dianggap menjadi hikmah, mengapa harus Senin dan Kamis.

  1. Hari lahirnya Nabi Muhammad

Dalam sejarah islam tercatat jika pada hari Senin atau hari kedua dalam bulan Qamariah Nabi Muhammad terlahir kedunia. Dalam beberapa riwayat tertulis, bahwa Nabi pernah ditanya mengenai puasa Senin. Kemudian Beliau bersabda, “itu adalah hari aku dilahirkan , diangkat menjadi Nabi, dan diturunkannya kepadaku Al-Qr’an (pertama kali).” (HR. Muslim dari Abu Qatadah Al-Anshari).

  1. Hari Pelaporan Amal Ibadah

Diantara alasan lain yang mengandung hikmah pemilihan Senin-Kamis sebagai puasa sunnah adalah berkaitan dengan dimana amal ibadah manusia “diperiksa” oleh Allah SWT. Sebagaimana yang tertulis dalam beberapa riwayat yang maqbul (diterima), Rasulullah SAW bersabda,

“amal-amal perbuatan manusia dilaporkan dua kali dalam seminggu, yaitu hari Senin dan Kamis. Setiap orang yang beriman akan mendapat ampunan Allah, kecuali orang yang antara dirinya dan saudaranya ada perselisihan. Dikatakan, Akhirkanlah (ampunan bagi) keduanya, sampai mereka berdamai.” (HR. Muslim dari dari Abu Hurairah).

  1. Hari pembukaan pintu gerbang surga

Hikmah selanjutnya, seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad.

“pintu-pintu surga dibukakan pada hari Senin dan Kamis. Semua hamba yang tidak melakukan syirik akan diampuni oleh Allah, kecuali ada orang yang memiliki rasa permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan kepadanya ‘tanda dulu ampunan bagi dua orang yang berselisih ini sampai keduanya berdamai’ tunda dulu!’ (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Ingin berkata sesuatu?

Sila berhubung!